Vaksinasi di laut untuk bertemu nelayan

Dirilis pada Rabu 25 Agustus 2021 pukul 13:39

Ketika negara kepulauan terbesar di dunia itu mempercepat kampanyenya untuk melindungi populasinya yang besar dari Pemerintah-19, Indonesia telah memperluas upaya vaksinasi ke laut selama beberapa hari untuk menargetkan nelayan dengan lebih baik.

TNI AL sedang mencari 60 kapal yang telah berlayar ribuan kilometer di lepas pantai negara, dari Sumatera di barat hingga Papua melalui Bali di timur, dan belum divaksinasi.

Akhir pekan lalu, sebuah kapal perang mengirimkan sampan karet berisi vaksin untuk mengantarkan serum kepada relawan nelayan yang bekerja di kapal-kapal kecil di lepas pantai Sumatera.

Sekitar seribu pelaut telah divaksinasi sejak dimulainya kampanye laut ini minggu lalu, meskipun pihak berwenang tidak tahu persis berapa populasi di laut.

“Cuaca buruk biasanya menjadi kendala utama, tetapi sekarang tantangan sebenarnya (pelaut) adalah kita tidak tahu di mana mereka berada,” kata juru bicara angkatan laut Indonesia Laot Mohamed Holib kepada AFP.

“Kita harus menyisir laut dengan sisir yang bagus”, sekitar 24 mil laut dari pantai.

Beberapa nelayan di Indonesia menghabiskan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan di laut.

Orang lain yang bekerja di dekat pantai pergi pagi-pagi sekali sebelum pusat vaksinasi dibuka dan kembali segera setelah mereka tutup.

“Makanya kami berinisiatif untuk melaut,” kata juru bicara itu.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, terkena dampak virus corona yang cukup parah.

Sekitar 12% dari populasinya divaksinasi dalam dua dosis.

Adi Putra Hasibuan, seorang nelayan Sumatera yang ikut serta dalam kampanye tersebut, mengatakan, “Kami bergantung pada laut untuk mata pencaharian kami.

READ  Angkatan Laut Indonesia mengumumkan tenggelamnya seorang wakil yang hilang karena kepercayaan pada 53 awaknya memudar

“Kami tahu pemerintah menyediakan vaksin di bumi, tetapi kami tidak punya waktu untuk divaksinasi.”

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x