Tiga anak tewas di Indonesia

Tiga anak Indonesia telah meninggal karena penyakit hati misterius, sehingga jumlah anak meninggal akibat hepatitis di seluruh dunia menjadi empat, Kementerian Kesehatan Indonesia mengumumkan pada hari Selasa. Kementerian mengatakan ketiga anak itu meninggal pada April di rumah sakit di Jakarta setelah menunjukkan beberapa tanda penyakit misterius.

Hepatitis ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun dan dimanifestasikan oleh gejala seperti diare, muntah dan sakit perut, serta hepatitis. Setidaknya satu kematian telah dilaporkan sejauh ini. Tiga anak Indonesia, berusia dua, delapan dan 11 tahun, ditemukan mengalami demam, sakit kuning, kejang dan kehilangan kesadaran, kata juru bicara kementerian Citi Nadia Darmisi kepada AFP. Untuk saat ini, “kami menduga ini adalah kasus hepatitis berat, tetapi kami perlu memastikan bahwa itu tidak disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D dan RP yang diketahui,” tambahnya.

Kementerian Kesehatan sedang memeriksa sampel virus lengkap dan menyelidiki penyebab penyakit.
Kementerian telah menyarankan orang tua untuk membawa anak mereka ke rumah sakit segera jika mereka memiliki gejala yang mencurigakan.
Dalam beberapa minggu terakhir, kasus hepatitis yang parah telah didiagnosis pada hampir 170 anak di 11 negara, meningkatkan kekhawatiran tentang kekhawatiran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang “asal tidak diketahui” penyakit tersebut.

WHO telah melaporkan 228 kasus potensial

Pada hari Selasa, WHO mengatakan terus menerima laporan kasus. “Jadi, per 1 Mei, setidaknya 228 kasus potensial telah dilaporkan ke WHO di 20 negara, dan lebih dari 50 kasus sedang diselidiki,” kata juru bicara WHO.

Kemunculan penyakit baru yang hanya menyerang anak kecil ini telah menimbulkan kepanikan di dunia medis. WHO mengatakan telah terjadi “peningkatan signifikan yang tidak terduga” dalam kasus anak-anak yang sebelumnya sehat di Inggris, Irlandia dan Belanda.
Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merilis sebuah penelitian Jumat di sebuah cluster di Alabama di mana sembilan anak dinyatakan positif adenovirus 41. Virus, yang menyebabkan gastroenteritis pada anak-anak, “biasanya tidak menyebabkan hepatitis. Jika tidak, anak-anak sehat,” menurut pusat tersebut.

READ  Korsel desak Indonesia cabut embargo batu bara

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x