Tangan-tangan kecil peradaban Islam di Indonesia yang dieksploitasi

Dengan banyaknya desainer dan wanita bisnis yang sukses, Indonesia dianggap sebagai kiblat fashion muslim. Menurut sebuah artikel oleh seorang peneliti yang diterbitkan di Percakapan, Industri ini mempekerjakan ribuan penjahit bergaji rendah di bengkel jahit rumahan.

Indonesia, negara kepulauan berpenduduk 273,5 juta Muslim, merupakan pasar terbesar untuk busana Islami, dengan nilai sekitar 0,511,5 miliar. Industri yang makmur, didorong oleh pencipta dan pengusaha “Gaya Hidup Sejahtera dan Kosmopolitan yang Dibalut Nilai-Nilai Islami”, Pereda duka Annisa R. Beta, Profesor Kajian Budaya di Universitas Melbourne, menerbitkan sebuah artikel. Percakapan Dan Ditangkap oleh Jakarta Post.

Penelitian saya menunjukkan bahwa di balik gemerlapnya bisnis peradaban Islam Indonesia, para pekerja perempuan sedang dieksploitasi. Para pencipta dan pemimpin bisnis ini acuh tak acuh terhadap nasib para pekerja.

Sejak 2010, di bawah inspirasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (berkuasa antara 2004 dan 2014), federasi departemen mulai menyelenggarakan acara untuk mempromosikan busana Muslim. “Desainer seperti Diane Belangi dan Rhea Miranda dengan cepat menjadi terkenal karena mewakili Indonesia.

[…]

Bukti

Diluncurkan pada tahun 2011, majalah nirlaba ini berfokus pada politik, ekonomi, budaya, lingkungan, sains, seni …

[…]

Baca lebih banyak

READ  Satu tahun setelah kasus pertama di negara ini, orang Indonesia terbuka tentang dampak COVID yang berkepanjangan

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x