Mei 13, 2021

Ekskul News

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di EKskulNews

Singapura, Malaysia, dan Indonesia melonggarkan pembatasan untuk Ramadan

Dikeluarkan oleh Chiffon Rycliffe 9 jam yang lalu

Bagikan artikel ini:

Cape Town – Muslim yang tinggal di Singapura, Malaysia dan Indonesia sekarang dapat kembali ke masjid untuk sholat dan berbagi Ramadhan dengan keluarga mereka karena pembatasan penguncian dilonggarkan.

Menurut Channel News Asia (CNA), penyiar yang berbasis di Singapura, penduduk setempat sangat ingin melanjutkan hidup mereka dan berharap dapat menikmati bulan suci ini setelah menghadapi pembatasan perayaan tahun lalu. Sebaran Internasional.

“Kami terus berdoa agar Govt-19 segera berakhir, jadi kami bisa berdoa untuk jemaah di masjid di tahun-tahun mendatang,” kata Yasin Pasha, seorang warga negara Indonesia, kepada CNA.

Restoran dan kafe Indonesia telah dibuka kembali, memungkinkan penduduk setempat bahkan untuk berbuka puasa, makanan yang dimakan umat Islam setelah matahari terbenam setiap hari selama Ramadhan untuk berbuka puasa.

Sementara itu, di Malaysia, pedagang lokal menyambut baik pelonggaran pembatasan, memungkinkan mereka kembali bekerja dan membuka kembali Ramadan Street Bazaar.

Penyedia berita digital online yang berbasis di Singapura melaporkan hari ini bahwa pekerja migran Singapura yang terisolasi di tempat penampungan sekarang dapat kembali bekerja dan kembali normal melalui sholat berjamaah.

“Tahun lalu, saya mengalami depresi. Kami tidak bisa bekerja, jadi saya tidak menerima gaji penuh saya, ”kata Kasi Badrudosa, seorang pekerja migran hari ini.

“Kami hanya diberi uang saku, yang bisa saya kirim pulang, tapi itu tidak cukup.

“Semua uang yang bisa saya kirim kembali (kepada kerabat saya di Bangladesh) digunakan untuk kelangsungan hidup mereka … tahun lalu mereka tidak membeli pakaian baru untuk perusahaan Idul Fitri,” katanya.

READ  Gear Trigana Boeing 737-400 menonaktifkan landasan pacu di Indonesia

Sementara itu, pejabat Hong Kong diharapkan menyelesaikan kesepakatan dengan Singapura tentang gelembung perjalanan setelah mengirimkan rencana pada akhir Maret.

Gary Lam, kepala eksekutif Hong Kong, mengatakan dia mengharapkan “tanda pertama dari kesepakatan antara kedua belah pihak” ketika Singapura membuka kembali perbatasannya.

ANA