Setelah krisis dengan Australia, Prancis beralih ke Indonesia

Menyusul kemunduran Australia dalam strategi Indo-Pasifik, Kwai D’Orsay memutuskan untuk mempertimbangkan kembali aliansinya di kawasan. Prancis telah berkomitmen pada “kemitraan yang diperkuat”Indonesia, Negara terbesar di Asia Tenggara, diumumkan oleh Menlu di Jakarta, Rabu
Jean-Yves le Drian.

Untuk itu ia menandatangani dengan utusan Indonesia Redno Mersudi tentang “Rencana Aksi Penguatan Kemitraan Strategis Ini” sejak 2011, katanya dalam kunjungan dua hari itu. Pada tahun 2022 hubungan itu akan diperdalam “dalam urusan keamanan dan maritim, terutama dengan menciptakan dialog maritim bilateral,” tetapi juga kesehatan, energi dan Perubahan iklim.

Menuju pengadaan senjata

Karena Indonesia telah melakukan pembicaraan selama berbulan-bulan untuk membeli 36 jet tempur Rafale, Jean-Yves Le Trian bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabovo Subianto pada hari Selasa. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan negara-negara yang berbatasan dengan laut, Jakarta juga tertarik dengan kapal selam, korvet, dan peralatan militer lainnya. Cina Selatan.

Prancis telah melihat strateginya terpecah di kawasan ituAustralia Perjanjian pembelian kapal selam Prancis dan pengumuman aliansi strategis yang disebut AUKUS antara negara ini, Amerika Serikat dan Inggris. Dari frustrasi ini, Paris ingin memperkuat aliansinya dengan mantan sekutunya Jepang dan India, tetapi juga dengan Indonesia, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Selandia Baru dan ASEAN.

Ini bukan momen acak untuk kembali ke Indonesia. Negara ini akan melihat bobot diplomatiknya menguat ketika menjadi presiden G20 pada bulan Desember, sementara Prancis bersiap untuk menjadi presiden pada bulan Januari.Uni Eropa Pada paruh pertama tahun 2022.

Kontroversi di Palmyra

Presiden Indonesia Joko Widodo selama pertemuannya dengan Jean-Yves Le Drian mempromosikan hubungan yang lebih erat antara kedua negara. Dia menyerukan untuk mempercepat negosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas antara negaranya dan Uni Eropa, tetapi memperingatkan terhadap praktik perdagangan “diskriminatif”. “Saya mendukung perdagangan berkelanjutan, tetapi saya menyangkal fakta bahwa masalah lingkungan digunakan sebagai hambatan perdagangan,” katanya.

READ  Di Indonesia, bintang-bintang "The Village of YouTubers" menjadi preseden

Sejak 2016, Uni Eropa dan Indonesia telah merundingkan perjanjian perdagangan, yang telah mencegah kontroversi, terutama minyak sawit, di mana Indonesia adalah eksportir utama. Indonesia dan Malaysia secara sistematis menentang pembatasan Uni Eropa atas penggunaan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit untuk memerangi deforestasi. Meski demikian, kunjungan Menteri Prancis menghasilkan surat dari Badan Pembangunan Prancis, PLN monopoli listrik Indonesia, dan pemerintah untuk membiayai transfer energi 500.500 juta di Indonesia.

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x