RMN menggunakan kapal penyelamat untuk menemukan pendamping Indonesia yang hilang

KUALA LUMPUR: Malaysia telah mengirimkan kapal selam penyelamat kapal selam Angkatan Laut Malaysia (RMN) MV Mega Bhakti untuk melakukan pencarian dan penyelamatan kapal selam TNI AL Giri Nangala yang hilang sejak Rabu (21/4).

Kapal selam Tipe 209 kehilangan kontak dengan 53 awaknya di perairan luar Bali pada Rabu pagi.

Dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yacoub menghubungi utusan Indonesia, Prabho Subiando, pada Kamis (22 April) pukul 07.00 untuk bergabung dalam operasi tersebut. Dia diberitahu bahwa Mega Bhakti telah dikirim.

M.V. Mega Bhakti adalah RMN dengan kemampuan utama melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk kapal selam.

Tentara Malaysia juga mengatakan bahwa Ismail Sabri juga menyampaikan belasungkawa kepada TNI AL atas kejadian tersebut.

Tim Malaysia terdiri dari tujuh petugas dan staf RMN, tiga petugas medis dan staf bersenjata, serta MV. Mega Devotion memiliki 44 karyawan.

“Komandan Mohd Hirul Bahmi Yob memimpin operasi sebagai Koordinator Pasukan Penyelamat (CRF),” kata angkatan bersenjata.

“MV Mega Bhakti diharapkan lepas landas dari dermaga operasional markas komando kapal selam di Telugu Sebangar Kota Kinabalu dan mencapai lokasi pencarian dan penyelamatan pada 25 April pukul 3 sore,” tambah pernyataan itu.

Dikatakan bahwa Kementerian Pertahanan berkomitmen penuh untuk operasi SAR ini dan ketersediaan RMN membuktikan bahwa setiap asetnya dapat dimobilisasi di semua aspek proses dalam waktu singkat.

“Selain menekankan pendekatan diplomatik keamanan, operasi SAR ini menunjukkan komitmen RMN kepada masyarakat internasional terkait tugas dan tanggung jawab operator kapal selam di seluruh dunia,” tambah pernyataan itu.

Setelah mencari MH370 yang hilang di Samudra Hindia pada 2014, M.V. Ini adalah operasi SAR kedua dari Mega Devotion.

READ  Gempa bumi Indonesia: Sedikitnya delapan orang tewas di pulau Jawa | Indonesia

Kapal dilengkapi dengan sistem reduksi ventilasi submersible yang tragis termasuk generasi udara terkompresi (CAM), modul kontrol proses (PCM) dan modul koneksi kapal selam (SLM).

Ini adalah Sistem GPS Intelligent Float (GIP) – Sebuah Kendaraan Operasi Jarak Jauh Interior (IROV) dengan Lokalisasi Jari, Sistem Boot dan Pemulihan sedalam 650 meter, penyimpanan dukungan kehidupan darurat dan dua Ruang Dekompresi selam (DTC).

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x