Mitra Chevron dan Bertamina di Indonesia menjajaki peluang bisnis rendah karbon

Chevron Corporation, sebuah perusahaan energi Amerika, dan PT Bertamina, sebuah perusahaan energi milik negara Indonesia, telah menandatangani perjanjian untuk menjajaki peluang bisnis rendah karbon di Indonesia. Perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis malam. Chevron mengadakan perjanjian dengan anak perusahaannya Chevron New Ventures Pte. Ltd., dan teknologi panas bumi baru, solusi alami sedang menjajaki peluang bisnis di bidang penyeimbangan karbon, penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (CCUS), kata Bertamina.

Kedua perusahaan tertarik untuk mengembangkan, memproduksi, menyimpan dan mengangkut hidrogen karbon rendah. Penandatanganan MoU dilakukan dalam lawatan ke Washington DC oleh pejabat Indonesia untuk menghadiri pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara.

“Melalui potensi kerja kami di Indonesia dan di seluruh kawasan Asia-Pasifik, kami akan menyediakan energi yang terjangkau, andal, dan selalu bersih, serta membantu para industrialis dan pelanggan yang menggunakan produk kami mencapai tujuan pengurangan emisi mereka,” kata Jeff Gustavson. Ketua Chevron Energi Baru. “Kerjasama ini merupakan langkah strategis bagi Fertamina dan Chevron.

Pertamina saat ini sedang menguji pembangkit listrik tenaga panas bumi biner yang akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi energi dari sumur panas bumi yang bertujuan untuk menggandakan kapasitas panas bumi pada tahun 2027-2028, yang saat ini 700MW.

Indonesia bertujuan untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 dan meningkatkan portofolio energi terbarukan menjadi 23% pada tahun 2025.

READ  Lukisan batu kuno ditemukan di Indonesia

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x