Mei 13, 2021

Ekskul News

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di EKskulNews

Maybank Indonesia meningkatkan laba sebelum pajak menjadi RM143 juta untuk 1Q21, seiring dengan pertumbuhan perbankan digitalnya

KUALA LUMPUR: PT Bank Maybank Indonesia TPK (Maybank Indonesia) hari ini melaporkan laba sebelum pajak sebesar 501 miliar rupee (RM142,57 juta) untuk kuartal pertama yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021 (1 Q21)., Yang turun 31,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba setelah pajak dan hak minoritas turun menjadi Rs 381 miliar (RM108,4 juta) pada kuartal yang ditinjau dari Rs 538 miliar (RM153,1 juta) pada kuartal sebelumnya, tetapi meningkat 127,6% dibandingkan dengan 4Q20. Pasar maju melalui layanan perbankan digitalnya.

Direktur Jenderal Daswin Zakaria mengatakan kinerja keuangan bank di 1Q21 mencerminkan serangkaian kondisi yang menantang tahun ini.

“Kami senantiasa memantau risiko di semua portofolio kami, sekaligus mengejar semua peluang yang ada, terutama melalui layanan perbankan digital kami.

“Meski demikian, kami akan tetap waspada dan waspada dalam memitigasi dampak jangka panjang dari wabah tersebut dan akan terus memberikan dukungan kepada pelanggan untuk memastikan keberlangsungan bisnis mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, hari ini.

Maybank Indonesia mengatakan pendapatan bunga bersih turun 1,7% menjadi 1,7 triliun rupee pada 1Q21. Sejalan dengan upaya pemulihan utang, bank mempertahankan strategi pertumbuhan kredit yang selektif karena situasi infeksius karena saldo kredit menurun.

Suku bunga bersih turun 61 basis poin menjadi 4,35 persen tahun ke tahun karena imbal hasil bank yang lebih rendah. Hal itu sejalan dengan rencana pengurangan utang dan restrukturisasi utang Bank Indonesia untuk membantu nasabah. Pendapatan dipengaruhi oleh epidemi Pemerintah-19.

Namun, bank mampu mengurangi pengeluaran keuangannya sebesar 126 basis poin dengan terus fokus pada pertumbuhan rekening giro dan tabungan dalam arus kasnya untuk mengurangi tekanan pada margin dengan lebih baik.

READ  Andrew Forrest Bermitra untuk Mengurangi Emisi Indonesia

Terlepas dari lingkungan ekonomi yang lemah, kapabilitas manajemen aset dan kewajiban yang kuat serta tingkat permodalan dan likuiditas yang kuat akan membantu Maybank Indonesia menghadapi tantangan di kuartal-kuartal mendatang, kata Komisaris Presiden Datuk Abdul Farid alias.

“Mengikuti implementasi berkelanjutan dari strategi ‘Syria First’ kami, kami senang dengan pertumbuhan pendanaan Suriah.

“Pengalaman kami telah mengajarkan kami untuk fokus mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus memperkuat posisi merek kami dengan meningkatkan perbankan digital kami, fokus pada pengalaman pelanggan dan menempatkan kami pada pijakan yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang diharapkan,” katanya.

Bank Suriah Maybank Indonesia terus membukukan pendapatan yang solid, dengan laba sebelum pajak naik 58,2% menjadi 173 miliar rupee, sementara pendanaan OKA naik 3,5% menjadi 25,3 triliun rupee dari 24,3 triliun rupee.

Dana pihak ketiga Syria Bank naik 13,2% menjadi 29,5 triliun rupee dari 26,1 triliun rupee, didorong oleh pertumbuhan signifikan 42,6% dalam dana murah Suriah.

Total aset meningkat 12,9% menjadi Rs 35,9 triliun, memberikan kontribusi 20,7% dari total aset konsolidasian Bank pada 31 Maret 2021, naik dari 17,5% pada periode yang sama tahun lalu.