Komodo, tempat langka yang terancam oleh manusia dan perubahan iklim

Diterbitkan

Memperbarui

Prancis2
Artikel ditulis oleh

A.Lupakan, M.Fortunato, U.Cailloux, E.Nickmatulhuda – Prancis 2

televisi Prancis

Komodo adalah simbol kepulauan dengan nama yang sama, tempat mereka hidup bersama manusia selama ribuan tahun. Sebagian warga mengutuk pendirian kebun binatang yang akan dikurung, apalagi jika habitatnya sudah terancam pemanasan global.

Terletak di perairan biru kehijauan Samudra Hindia, kepulauan Komodo di Indonesia menawarkan pemandangan surga di antara pulau-pulau hijau dan teluk pasir putih. Mereka memberi nama mereka untuk reptil terakhir yang tersisa, komodo, di antara dinosaurus. Spesies ini telah menghuni tanah ini selama ribuan tahun. Penduduk mengatakan itu terbuat dari darah yang sama dengan hewan dan berbicara dalam bahasa yang sama. Komodo menarik wisatawan dari seluruh dunia. Sebelum wabah, hampir 200.000 orang datang dan merawat mereka setiap tahun.

Langka, komodo kini terancam punah. Tiga bulan lalu, mereka ditempatkan di daftar merah tempat-tempat berbahaya. Karena pemanasan global dan kenaikan permukaan laut, 30% habitat akan hilang pada akhir abad ini. Gregorius Afioma, seorang aktivis lingkungan dari nusantara, telah berjuang untuk perlindungan komodo selama enam tahun. “Komodo tidak hidup di pegunungan, tetapi di dataran dekat laut. Habitat ini mungkin menghilang saat air naik, dan semakin sedikit tempat yang bisa dikunjungi komodo.“, jelasnya.

Banyak warga juga mengutuk proyek pariwisata ekstensif untuk kebun binatang di mana Komodo akan dikurung dalam kurung.

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x