Keamanan, maritim … Prancis ingin lebih dekat dengan Indonesia setelah krisis kapal selam dengan Australia

Menteri Luar Negeri Jean-Yves le Drian menandatangani dengan utusan Indonesia Retno Marsudi “sebuah rencana aksi untuk memperkuat kemitraan strategis ini,” katanya kepada wartawan selama kunjungan dua hari ke Nusantara. Dia mengatakan hubungan akan lebih dalam pada tahun 2022 “pada masalah keamanan dan maritim, terutama dengan menciptakan dialog maritim bilateral”, tetapi juga pada kesehatan, energi dan perubahan iklim.

Jean-Yves le Drian bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabovo Subianto pada hari SelasaIndonesia Negosiasi telah berlangsung selama beberapa bulan terkait pembelian 36 jet tempur Rafale. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan negara-negara yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan, Jakarta juga tertarik pada kapal selam, korvet, dan peralatan militer lainnya. Presiden Emmanuel Macron berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo pada KTT G20 di Roma pada akhir Oktober tentang penguatan kerja sama bilateral.

Bobot diplomatiknya akan diperkuat ketika Indonesia mengambil alih kursi kepresidenan G20 Prancis sedang mempersiapkan untuk Desember dan Januari Presiden Uni Eropa Pada paruh pertama tahun 2022.

Prancis telah melihat strateginya untuk memantapkan dirinya di kawasan Indo-Pasifik Patah Australia mengumumkan kesepakatan besar untuk membeli kapal selam Prancis dan aliansi strategis AUKU, Ketegangan dengan China meningkat antara negara ini, Amerika Serikat dan Inggris. Di tengah kekecewaan ini, Paris ingin memperkuat aliansinya dengan mantan sekutunya Jepang dan India, tetapi juga dengan Indonesia, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Selandia Baru, dan ASEAN.

Aliansi AUKUS telah membuat marah China, menggambarkannya sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan dan telah dikritik oleh banyak negara Asia. Menteri luar negeri Indonesia mengatakan pada bulan September bahwa dia “sangat prihatin” tentang aliansi tersebut, karena khawatir aliansi itu akan memperbarui proliferasi nuklir di wilayah tersebut.

Tetapi menteri pertahanan Indonesia memenuhi syarat untuk posisi itu dengan mengatakan “mengerti” Australia selama konferensi think tank IISS Security Think Tank di Bahrain akhir pekan ini. “Prioritas setiap negara adalah melindungi kepentingan nasionalnya. Jika mereka merasa terancam.” Ini, “kita paham, kita hargai,” kata Bravo Prabowo.

READ  Gempa bumi Indonesia: Sedikitnya delapan orang tewas di pulau Jawa | Indonesia

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x