Jakarta berada dalam cengkeraman “angin panik” sebelum kehilangan status ibukotanya

Dengan relokasi ibu kota Indonesia ke Pulau Kalimantan yang direncanakan pada tahun 2024, para pejabat di Jakarta khawatir akan kehilangan sebagian dari subsidi dan pendapatannya. Mampukah kota berpenduduk 10 juta jiwa itu mempertahankan posisinya sebagai pusat ekonomi, komersial, dan keuangan nusantara?

“Perpisahan dengan ibu kota lama.” Itu karena judul ini Koran Tempo Busur di Jakarta. Pemberitahuan perpisahan Rabu ini, 15 Desember, di halaman depan surat kabar, patung ikonik di pusat ibu kota saat ini, menyesatkan ikon yang kuat. Tugas itu ditugaskan oleh Sukarno, bapak kemerdekaan negara itu, untuk menjadi tuan rumah Asian Games 1962.

Aslinya mewakili sepasang rambut, setinggi 7 meter, tertiup angin, duduk di atas lengkungan besar dan menunjukkan karangan bunga. Pada satu koran Tempo, Pasangan yang sama duduk di kurva yang sama saat pesawat lepas landas saat matahari terbenam menuju Kalimantan, bagian Indonesia dari pulau Kalimantan, 1.300 kilometer timur Jakarta.

Ketika relokasi resmi hanya direncanakan pada paruh pertama 2024, mengapa perpisahan awal ini? “Sebelum angin panik, pemerintah provinsi daerah khusus ibu kota (DKI) Mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan status khusus baru kepada ‘ibukota lama’ yang akan datang, yaitu pusat perekonomian nasional. Untuk menjelaskan Koran Tempo.

26 Agustus 2019 Dalam teks teks Kompas, Presiden Indonesia umumkan pemindahan ibu kota: “Alasan pertama, beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pertokoan dan pusat pelayanan kini tinggi. Kedua, bobot Jawa terus meningkat, mencapai 150 juta orang atau 54 orang % Dan 58% dari total penduduk Indonesia % Miliknya MULAILAH. “

contoh malaysia

Wawancara dengan Yayat Supriyatna, Guru Besar Perencanaan Kota Universitas Trishakti koran Tempo, Undang-undang khusus baru yang diusulkan oleh gubernur diperlukan. Sebab, menurutnya, jika Jakarta kehilangan status ibukota eksekutif, pihaknya akan berjuang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk infrastrukturnya. Dan akan menunjukkan penurunan pendapatannya karena hilangnya aktivitas pengelolaannya. Perencana kota ingin berjanji:

Peran ekonomi Jakarta tidak akan mudah berubah. Secara khusus ekosistem ekonomi ibu kota baru belum lahir. Selain Bank Indonesia, jasa keuangan dan pasar saham berencana untuk tetap berada di Jakarta.

Koran Tempo Mengutip contoh negara tetangga Malaysia, yang memindahkan ibu kotanya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada tahun 1999: “Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik di ibukota. Namun ibu kota lama masih menjadi pusat bisnis dan keuangan Malaysia.

READ  Bintang-bintang kampung youtuber jadi panutan

Bukti

Koran Tempo Apakah surat kabar diterbitkan oleh grup? Cuaca Majalah mingguan yang publikasi utamanya bernama.Cuaca Pertama kali diterbitkan oleh PT Graffiti Pers pada bulan April 1971

[…]

Baca lebih lajut

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x