Indonesia: Para ahli memperingatkan 3enbsp; Gelombang Kovit-19 nbsp;

Kasus varian Omicron yang paling luas terus bertambah di Indonesia, tiga minggu setelah negara tersebut melaporkan kasus pertama yang dikonfirmasi.

>> COVID-19: Situasi Epidemi di Filipina dan Indonesia
>> Indonesia: 640 dokter meninggal karena penyakit Pemerintah-19

Orang-orang memakai topeng untuk melawan Pemerintah-19 di Indonesia.

Foto: Xinhua / VNA / CVN


Namun, para ahli mengatakan varian Omigran jauh lebih besar dalam populasi daripada yang ditunjukkan oleh data resmi, menambahkan bahwa gelombang ketiga infeksi dapat terjadi di Indonesia dalam jangka pendek.

Tonang Dwi Ardyanto, Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret (UNS), mengatakan sebenarnya besarnya varian Omicron di dalam negeri dikaburkan dengan minimnya pengujian, terutama penggunaan tes reaksi rantai polimerase (PCR) sebagai standar emas. . Saat didiagnosis, itu bahkan lebih rendah.

I Gusti Ngurah Mahardika, ahli virus dari Universitas Udayana, mengatakan pelonggaran pembatasan gerak mendukung penyebaran varian Omicron.

Tiki Putiman, ahli epidemiologi di Griffith University (Australia), memperkirakan varian Omigron tiga hingga empat kali lebih menular daripada Delta, dan gelombang infeksi ketiga tidak dapat dihindari jika Indonesia tidak meningkatkan levelnya.

Hingga 8 Januari, ada 5.494 kasus Kovit-19 yang dilaporkan di Indonesia, termasuk lebih dari 250 kasus Omigron.


VNA / CVN

READ  Infografis. Kovit-19: Indonesia di ambang menjadi pusat epidemi baru

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x