Indonesia menjadi episentrum baru erupsi COVID-19

“Banyak dari mereka mengantre di laboratorium untuk pengujian, tetapi setelah melihat biaya tes, kebanyakan orang memutuskan untuk tidak melakukannya,” kata ekonom Eusebius Pontja. Perusahaan MINDSET Di Indonesia.

“Mereka harus dites, tetapi jika mereka positif mereka harus berhenti bekerja. Lalu bagaimana mereka akan hidup? Ini memperlambat banyak orang,” kata Aloisius Gunadi Prata, seorang ekonom di Universitas Atma Jaya Yogyakarta di Indonesia.

Laporan Pemerintah Federal 84.766 kematian Kovit-19 di Indonesia sejak awal wabah. Namun, kepada salah satu pendiri Irma Hidayana laporan pemerintah, Sebuah kemitraan yang mengumpulkan dan berbagi informasi tentang epidemi di Indonesia, hasilnya bisa sangat diremehkan. Dibantu lebih dari 150 relawan, ia terus mengumpulkan data kota tentang COVID-19 di 180 kota dan 34 provinsi. Pemerintah federal mengklaim telah “menghindari” lebih dari 20.000 kematian secara nasional, jauh lebih sedikit daripada pemerintah di bawahnya.

“Jumlah kasus sekarang meningkat karena informasi yang salah ini,” kata Hidayana. Orang tidak mengukur penyebaran virus yang sebenarnya dan risikonya. Karena itu, itu tidak sesuai dengan langkah-langkah kesehatan. ”

Di ujung kefir

Sejak awal epidemi, more 1,12 juta Orang Indonesia telah didorong ke dalam kemiskinan dengan bekerja berjam-jam dan menghadapi epidemi. Lebih dari dua juta orang meninggalkan kota-kota yang padat untuk bertani.

“Pengangguran tidak meningkat drastis, hanya naik 6 hingga 7%. Namun, pekerjaan dengan produktivitas tinggi berubah menjadi pekerjaan dengan produktivitas rendah,” jelas Faisal Basri, ekonom Universitas Indonesia.

READ  Indonesia mencatat surplus perdagangan terbesar dalam sejarah karena ledakan ekspor

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x