Mei 13, 2021

Ekskul News

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di EKskulNews

Indonesia meminta bantuan Interpol untuk menangkap YouTube Kristen

Brigade juru bicara kepolisian Indonesia. Jenderal Rusty Hortono mengatakan kepada wartawan bahwa Interpol telah mengeluarkan red notice untuk penangkapan Joseph Paul Zhang, seorang YouTuber Kristen, karena pencemaran nama baik. (Foto: Polri)

Polisi Indonesia menuntut red notice Interpol untuk menangkap seorang YouTuber Kristen yang telah memprovokasi kemarahan di kalangan umat Islam dengan mengklaim sebagai nabi ke-26.

Langkah itu menyusul seruan kelompok Muslim agar Joseph Paul Zhang yang berusia 40 tahun dituntut atas penistaan ‚Äč‚Äčagama. Muslim memuji Muhammad sebagai nabi ke-25 dan terakhir.

Zhang, yang mengaku sebagai pendeta Protestan, mengajukan permintaan itu dalam video yang diunggah ke YouTube pekan lalu. Dia juga mengomentari bulan suci Ramadhan, mengatakan Muslim mengatakan mereka telah melihat serangan itu.

Berlangganan buletin gratis harian Anda dari UCA News

Terima kasih. Anda sekarang berlangganan Buletin Harian

“Dia ditetapkan sebagai tersangka fitnah dan ujaran kebencian kemarin,” kata juru bicara polisi Brick. Jenderal Rusty Hortono mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 20 April. Zhang diyakini berada di Eropa.

Komisaris Jenderal Agus Andrianto, kepala departemen investigasi kriminal Indonesia, mengatakan surat perintah penangkapan telah dikeluarkan dan Interpol telah diminta untuk mengeluarkan red notice kepada Zhang.

“Kami menunggu persetujuan Interpol,” katanya.

Kami memiliki tugas untuk mendukung tindakan polisi dalam menangkapnya

Jika Interpol gagal mengeluarkan red notice, kami akan “mencari kerja sama antar pemerintah atau polisi ke polisi,” katanya.

Video tersebut, yang diunggah secara online, telah menjadi viral dan dikecam sebagai penghasut oleh kelompok agama, termasuk umat Katolik.

Pengacara Katolik Peter Celestines mengatakan video itu jelas terbelah.

“Kami berkewajiban mendukung tindakan polisi untuk menangkapnya. Ini adalah kasus untuk menunjukkan komitmen polisi dan pemerintah dalam menjaga keberagaman dengan membawa semua kasus pencemaran nama baik ke pengadilan,” katanya kepada UCA, 21 April.

READ  Skandal pertukaran, pelanggaran terisolasi kembali mempertanyakan pariwisata Indonesia - Nasional

Di bawah hukum, pencemaran nama baik seorang pria dapat dihukum hingga lima tahun penjara.