Indonesia. Kotak hitam kedua Boeing Sriwijaya Air hilang pada bulan Januari

Kotak hitam kedua Boeing Sriwijaya Air, yang jatuh dengan 62 orang di Indonesia pada Januari, telah ditemukan, kata Kementerian Perhubungan, Rabu. Kementerian mengumumkan konferensi pers tentang “penemuan perekam suara kokpit”, yang dikonfirmasi kepada AFP oleh para penyelidik.

Rekaman percakapan dengan kru dan menara kontrol ini harus memberikan informasi penting untuk penyelidikan saat ini untuk menentukan penyebab kecelakaan, yang belum dijelaskan.

Boeing 737-500 jatuh sekitar 3.000 meter dalam waktu kurang dari satu menit pada 9 Januari sebelum menghilang ke Laut Jawa hanya beberapa menit setelah lepas landas. Penyelidik mengatakan kru belum diberitahu atau melaporkan masalah teknis sebelum kecelakaan itu, dan bahwa pesawat itu mungkin tetap utuh ketika tenggelam. Menurut laporan awal oleh Organisasi Keselamatan Transportasi Indonesia, sebuah “ketidakteraturan” dalam autotrof yang mengontrol propulsi pesawat telah terdeteksi, tetapi penyelidikan akan terus dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan itu.

Kotak hitam pertama, yang berisi data dari perangkat on-board, ditemukan tak lama setelah kecelakaan itu. Penyelam terus mencari kotak hitam kedua yang kehilangan mercusuarnya di laut lepas Jakarta.

Ini adalah kecelakaan pertama yang melibatkan perusahaan regional Indonesia Sriwijaya Air sejak didirikan pada 2013. Namun industri penerbangan Indonesia telah mengalami serangkaian tragedi dalam beberapa tahun terakhir.

READ  Larangan hijab wajib di sekolah-sekolah Indonesia

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x