Indonesia khawatir meletusnya kasus Pemerintah terkait Idul Fitri

Ratusan ribu warga Indonesia mengungsi dari kota-kota besar untuk merayakan Idul Fitri di kampung halamannya setiap hari, memblokir pembatasan pergerakan yang diberlakukan oleh pemerintah di akhir liburan Ramadhan. Quran Tempo.

Setiap tahun, sekitar 90 juta orang Indonesia meninggalkan kota-kota besar Untuk merayakan akhir Ramadhan Dengan keluarga. Dan Berdasarkan Tempo Quran, Ratusan ribu dari mereka telah menantang pembatasan yang diberlakukan pemerintah pada gerakan antar daerah dalam beberapa hari terakhir untuk merayakan Idul Fitri di desa mereka sendiri.

Pada awal Mei, pemerintah memperkirakan setiap hari bahwa, menurut jajak pendapat, antara 10 hingga 11 juta orang berkomitmen untuk melanggar pembatasan ini. Dari tanggal 6 hingga 9 Mei saja, 245.000 kendaraan berangkat dari megalopolis Zapotecz, ringkasan ibu kota Jakarta dan empat kota satelitnya. Polisi mengatakan mereka telah menangkap 70.000 orang yang dipaksa mundur.

Elena Ciptadi, Founder of Police Govt-19, sekelompok relawan memberikan informasi tentang wabah virus corona Quran Tempo Situasi terkait hari raya Idul Fitri “Berbahaya”.

Seminggu yang lalu, gambar kerumunan orang berlarian di pasar dan mal untuk berbelanja untuk perayaan mulai membuat panik para profesional kesehatan. “Kondisinya pasti tidak seburuk di India, tapi haruskah kita menunggu sampai situasinya bertambah buruk?” s’interroge Elena Ciptadi.

Keunggulan Nusantara

Ziahrisal Sayarif, ahli epidemiologi Universitas Indonesia, memperkirakan puncak wabah akibat mobilitas keluarga yang tinggi pada musim liburan ini. Ini akan sulit untuk diterapkan karena masjid diberi wewenang untuk membuka pintunya bagi orang-orang yang beriman untuk Doa Vidya yang Agung, yang diakhiri dengan puasa di bulan 13 Mei.

Meski demikian, kata Siyahrisal Sharif Quran Tempo Ia tidak menyangka merebaknya kasus Govt-19 di Indonesia bisa sedramatis di India, karena satu alasan sederhana:

Kedua negara itu berbeda secara geografis. Indonesia adalah negara kepulauan, sedangkan India adalah negara kontinental. Penyebaran Pemerintah-19 dari pulau ke pulau relatif kurang agresif. ”

Berdasarkan Tempo Quran, Vick Adisasmito, juru bicara panitia kerja pengelolaan Pemerintah-19, tak menjawab pertanyaan apakah itu pemerintah. “Diharapkan” Epidemi potensial. Tetapi dia menegaskan bahwa tingkat kematian Pemerintah-19 telah meningkat menjadi 3,7% minggu lalu. Pada 10 Mei 2021, Indonesia secara resmi telah mendaftarkan 1.713.684 kasus Kovit-19 dan 47.012 kematian.

READ  Perubahan iklim bertanggung jawab atas kemunduran lukisan batu di Indonesia

Sumber

Quran Tempo Harian diterbitkan oleh grup Waktu Rilis utamanya adalah mingguan bernama.Waktu Pertama kali diterbitkan pada April 1971 oleh B.T. Diterbitkan oleh Graffiti Pers

[…]

Baca selengkapnya

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x