Mei 13, 2021

Ekskul News

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di EKskulNews

Indonesia: Kasus Pemerintah-19 rendah, tetapi para ahli mendesak orang tua untuk mempertimbangkan kembali membuka sekolah pada bulan Juli

Jakarta, 13 Maret (Jakarta Post / ANN): Pemerintah telah memutuskan untuk membuka kembali semua sekolah pada tahun ajaran baru pada bulan Juli karena program vaksinasi massal untuk guru sedang berlangsung dan diharapkan selesai dalam tiga bulan ke depan.

Jumlah kasus Pemerintah-19 di negara tersebut juga menurun.

Kementerian Kesehatan Indonesia pada hari Sabtu melaporkan 4.607 kasus Kovit-19 yang baru dikonfirmasi dan 180 kematian dalam 24 jam terakhir, sehingga total menjadi 1.414.741, sehingga total menjadi 38.329.

Sebanyak 6.016 pasien Pemerintah-19 dipulangkan dari rumah sakit selama periode yang disebutkan, sehingga jumlah pemulihan menjadi 1.237.470, menurut kementerian.

Virus corona telah menyebar ke seluruh 34 provinsi di negara itu.

Para orang tua enggan mengirim anak-anak mereka kembali ke ruang kelas karena mereka bukan bagian dari kampanye vaksinasi yang sedang berlangsung dan takut akan varian Pemerintah-19 baru yang lebih menular yang baru-baru ini ditemukan di negara tersebut.

Tintin, ibu tiga anak di Jakarta Barat, mengatakan rencana pemerintah “terlalu cepat” dan tidak bertanggung jawab, dan vaksinasi guru saja tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus di sekolah.

“Anak-anak butuh perlindungan, apalagi mereka tidak disiplin untuk mengikuti aturan kesehatan dengan baik,” ujarnya Jakarta Post.

Dia menambahkan bahwa dia tidak akan mempertaruhkan keselamatan siswa kelas dua, tiga, dan sembilan dengan mengirim mereka ke sekolah pada bulan Juli, karena mereka ingin terus belajar secara online – terkadang kali ini membuat frustasi.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak sama mungkinnya dengan orang dewasa untuk tertular Covid-19, tetapi mereka cenderung tidak mengembangkan gejala atau menderita bentuk penyakit yang lebih parah.

Sejak wabah tahun lalu, 168.500 orang di bawah usia 18 tahun telah dites positif Covit-19, atau 12,1 persen dari semua kasus yang dikonfirmasi secara nasional.

READ  Ketua penegak hukum SEC mengundurkan diri karena terlibat dalam kasus penyiksaan di Indonesia

Namun, kematian Pemerintah-19 pada anak-anak adalah yang terkecil dari semua kematian antara usia yang berbeda, terhitung 0,8 persen anak-anak di bawah 5 tahun dan 1,3 persen anak-anak antara usia 6 dan 18 tahun.

Sejauh ini, anak-anak belum menerima vaksin dari Pemerintah-19. Namun, akhir tahun lalu, perusahaan AS Pfizer dan Moderna menambahkan 12 hingga 17 tahun ke uji klinis vaksin mereka, dengan hasil yang diharapkan pada Juni.

Ariyanta Primanita, seorang ibu rumah tangga berusia 37 tahun dari Ponden, Silig, Tangerang, mengatakan akan menunggu sampai kesehatannya benar-benar aman sebelum mengizinkan putranya yang berusia 7 tahun kembali ke sekolah.

“Saya merasa kasihan pada anak saya yang kehilangan hak untuk belajar dan bermain di sekolah selama epidemi,” katanya.

“Tapi saya khawatir dia bisa tertular virus di sekolah dan menularkannya ke saudara laki-lakinya yang berusia 3 tahun dan neneknya yang berusia 62 tahun yang tinggal bersama kami.”

Ariyanda mendesak pemerintah menunggu hingga setidaknya 70 persen populasi divaksinasi untuk mencapai kekebalan kawanan sebelum memulai pendidikan di kelas.

Presiden Joko Widodo mengatakan ketika Widodo memperkenalkan program vaksinasi untuk guru akhir bulan lalu bahwa semua sekolah ingin melanjutkan sesi kelas pada Juli setelah 5 juta guru di negara tersebut telah divaksinasi.

Pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadeem McCarthy menginstruksikan seluruh sekolah negeri bersiap membuka kembali Bantuan Operasional (POS) dari pemerintah.

Namun Satrivan Saleem dari Persatuan Pendidikan dan Guru (P2G) mengatakan Juli masih terlalu dini untuk melanjutkan operasional kampus, terutama mengingat ditemukannya varian virus Inggris di Indonesia.

“Banyak orang tua yang mengatakan kepada kami bahwa mereka takut menyekolahkan anak karena belum divaksinasi.

Situasi menjadi sangat mengkhawatirkan setelah Kementerian Kesehatan menemukan varian virus corona paling menular di Indonesia, ujarnya.

READ  Indonesia: Pakar PBB mengutuk mega proyek pariwisata 'menginjak-injak hak asasi manusia'

Asosiasi mengatakan pemerintah akan tetap berpegang pada rencana sebelumnya untuk membuka kembali sekolah hanya di daerah dengan tingkat risiko COVID-19 yang rendah, sambil terus menilai kepatuhan mereka terhadap peraturan kesehatan.

Bulan ini menandai setahun penuh sejak Indonesia menemukan kasus pertama Pemerintah-19, tetapi negara belum mampu menurunkan angka positifnya hingga 10 persen.

Tingkat positif rata-rata penggiliran tujuh hari sekarang menjadi 17,7 persen. – Jakarta Post / ANN