INDONESIA: Gubernur Djokovic mengatakan Pemerintah-19 akan memperburuk perekonomian nasional

Berbicara pada hari Selasa, 10 Agustus, tanggal 44e Pada peringatan pembukaan kembali pasar modal Indonesia, Presiden Indonesia Joko Widodo mengimbau pelaku pasar saham Indonesia untuk waspada karena peningkatan nilai tukar Kovit-19 dapat memperburuk perekonomian nasional pada kuartal ketiga tahun 2021.

>> Indonesia mempromosikan kerja sama di ASEAN untuk pemulihan pasca-Pemerintah-19
>> Perkembangan COVID-19 di Malaysia, Kamboja dan Indonesia

Presiden Indonesia Joko Widodo.

Foto: AFP / VNA / CVN

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan dia yakin pasar saham nasional dapat mencatat pertumbuhan lebih lanjut. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Nasional melebihi Rp 7,5 triliun (520,2 juta USD) selama pelaksanaan pengendalian sosial berskala besar (PSBB), kenangnya.

Selain itu, PSBB mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga laju pertumbuhan, dengan nilai transaksi harian masih tersisa Rp 13,1 triliun hingga akhir tahun dan penerapan Pengendalian Gerakan Umum (PPKM).

” ‘Berbagai upaya harus kita lakukan untuk menjaga pertumbuhan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, mempercepat digitalisasi, meningkatkan kualitas layanan, dan menegakkan ketentuan yang tegas dan transparan. Kita harus bersama-sama memperbaiki lingkungan ekonomi nasional kita“, Dia bersikeras.

Pada kuartal kedua tahun 2021, Indonesia mencatat pertumbuhan tahun-ke-tahun 7,07% dari resesi. Ini adalah pertumbuhan positif pertama di negara ini dalam lima kuartal berturut-turut antaranews.com.


VNA / CVN

READ  Pembaruan 1-Indonesia mempertahankan c. Suku bunga bank sangat rendah, menurunkan perkiraan PDB untuk tahun 2021

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x