Indonesia akhirnya memilih Lockheed Martin C-130J

Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) akan segera menghidupkan kembali angkatan udara C-130 dengan alat angkut versi terbaru yang diusulkan oleh Lockheed Martin. Pernyataan resmi dari Angkatan Udara negara itu mengkonfirmasi pembelian pesawat baru ketika Kepala DNI-AU Lockheed Martin mengunjungi pabrik Marietta.

Namun, TNI AU lebih lanjut menyatakan bahwa C130J akan meningkatkan kemampuannya secara signifikan, dan pesawat angkut Hercules akan terus menjadi tulang punggung operasinya, termasuk operasi bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana.

Salinan pertama yang dipesan telah dirakit dan pengiriman diharapkan tahun depan. Selain itu, edisi yang dipilih oleh majalah Amerika khusus Indonesia akan menjadi varian kapasitas utama dari Super Hercules, yaitu C-130J-30, yang dikontrak dalam lima eksemplar pada tahun 2019.

TNI-AU telah menjadi pelanggan pesawat keluarga C-130 sejak tahun 1961, dengan jumlah armada yang masih tersisa sekitar dua puluh unit (C-130B/H). Ini berjalan pada empat Lockheed L-100-30 versi sipil Hercules.

Namun, Indonesia belum memenuhi surat yang ditandatangani pada Maret 2017 untuk mengakuisisi empat A400M dari Airbus Defence & Space, yang akan menggantikan sebagian armada C-130 yang dioperasikan oleh TNI-AU.

(Foto oleh Lockheed Martin)

READ  Gempa bumi berkekuatan 4.2 86 km barat daya Gorontalo, Indonesia.

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x