Gelombang merah darah di Indonesia pasca banjir

“Banyak pabrik terendam banjir dan bungkus pewarna hanyut,” kata seorang pejabat badan bantuan bencana setempat kepada AFP. Pewarna ini tidak beracun atau berbahaya, janjinya.

Tulis artikelnya

Diposting

Memperbarui

Waktu belajar: 1 menit.

Foto-foto ini beredar di media sosial. Sebuah desa di Indonesia diterjang gelombang merah darah pada Sabtu, 6 Februari, setelah pabrik pewarna di tengah pulau Jawa (Indonesia) terendam banjir.

Warga Genkot, dekat kota Bekalongan, terlihat terhuyung-huyung di air berwarna merah darah pada hari Sabtu. Mereka langsung membagikan foto-foto acara luar biasa ini di internet.

Daerah banjir dibersihkan dalam waktu satu jam. Pejabat membenarkan bahwa pewarna tersebut berasal dari sebuah pabrik yang mencelup kain dan kemudian digunakan oleh beberapa bengkel di wilayah tersebut untuk memproduksi butik-butik Jawa. Perlindungan adalah potongan kain yang dihias dengan lilin dan pewarna.

“Mereka tidak sengaja membuang pewarna, tetapi banyak pabrik yang kebanjiran dan paket pewarna dicuci.”Dimas Arka Yuda, seorang pejabat di badan bantuan bencana setempat, mengatakan kepada AFP. Yang terakhir menyatakan bahwa pewarna ini tidak beracun atau berbahaya.

READ  Indonesia puas dengan keefektifan vaksin Cina

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x