G20: Perang di Ukraina Menghentikan Pembicaraan di Indonesia

NUSA DUA, Indonesia (Reuters) – Para menteri keuangan G20 mencapai “konsensus kuat” tentang isu-isu termasuk ketahanan pangan global pada pertemuan dua hari di Indonesia, tetapi tetap terbagi atas perang Rusia di Ukraina.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan perbedaan itu menghalangi para pemimpin untuk mengeluarkan pernyataan resmi atau pernyataan bersama, tetapi kelompok itu sepakat tentang perlunya mengatasi krisis ketahanan pangan yang memburuk.

Barat telah memberlakukan sanksi ekonomi yang keras terhadap Rusia dan menuduhnya melakukan kejahatan perang di Ukraina, yang dibantah Moskow. Negara-negara G20 lainnya, termasuk China, India, dan Afrika Selatan, lebih diam dalam menanggapi.

“Ini masa yang sulit karena Rusia adalah bagian dari G20 dan tidak setuju dengan kami tentang bagaimana mengkarakterisasi perang,” kata Janet Yellen.

Tetapi para analis menunjukkan bahwa ketidakmampuan untuk menyepakati sebuah pernyataan mencerminkan ketidakberdayaan G20.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Muliani berharap para delegasi pada pertemuan minggu ini dapat bersama-sama membahas kenaikan harga komoditas, krisis ketahanan pangan yang berkembang, dan riak kemampuan negara-negara berpenghasilan rendah untuk membayar utang.

Prihatin dengan situasi utang China di China, negara-negara Barat mendesak negara itu untuk merundingkan kembali perjanjian utang dan mengubah perannya “menjadi peran (berkontribusi) bagi negara daripada peran utang dan perbudakan,” kata duta besar AS untuk Jepang. . Rahma Imanuel.

(Dengan kontribusi oleh Andrea Shalal dan Francesca Nangoi, Stefano Suleiman dan Lee Thomas; versi Prancis oleh Camille Raynaud)

READ  Gear Trigana Boeing 737-400 menonaktifkan landasan pacu di Indonesia

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x