Dua kapal tanker yang disita Indonesia telah dibebaskan

Seorang juru bicara badan keamanan maritim negara mengatakan “kuda” berbendera Iran dan “Freya” berbendera Panama telah meninggalkan Indonesia pada 29 Mei menyusul tindakan hukum. Kapten kedua kapal tanker itu adalah narapidana yang memasuki perbatasan Indonesia tanpa izin. Kapten Iran dari “kuda” dan kapten “Freya” (China) masing-masing dijatuhi hukuman satu tahun penangguhan penjara dengan masa percobaan dua tahun. Pengadilan juga memerintahkan kapten China itu membayar denda dua miliar rupee (114.800 euro) karena membuang minyak secara ilegal di perairan Indonesia. Para kapten dibebaskan dari tahanan dan meninggalkan Indonesia bersama kru lainnya.

Kedua kapal tanker itu naik di lepas pantai provinsi Kalimantan pada Januari setelah kontak radio ditolak. Tim tersebut mencontohkan, Badan Keamanan Laut Indonesia mencurigai adanya serangkaian pelanggaran, seperti tidak mengibarkan bendera nasional kapal, menonaktifkan sistem identifikasi, dan mengganti bensin secara ilegal.

Penjualan minyak rahasia

“Kuda” itu dirilis pada 29 Mei, 125 hari setelah proses hukum selesai, menurut kantor berita negara Iran Irna.

Pemerintahan Donald Trump memberlakukan sanksi baru pada sektor minyak Iran pada Oktober 2020 setelah kesepakatan dengan beberapa negara, termasuk Suriah dan Venezuela. Amerika Serikat dan sekutunya berusaha untuk memotong semua sumber pendapatan Teheran dan memblokir penjualan minyak Iran untuk meningkatkan tekanan ekonomi pada rezim tersebut.

READ  Khairy mengatakan pekerjaan AstraZeneca harus tetap di sini meskipun Indonesia telah menghentikan penggunaannya

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x