DNA dari kerangka yang ditemukan di Indonesia mengungkapkan kelompok manusia yang masih belum diketahui

DNA dari kerangka berusia 7.200 tahun yang ditemukan di Indonesia berasal dari sekelompok manusia yang tidak dapat ditemukan

Para arkeolog telah menemukan kerangka pemburu berusia 7.200 tahun di Indonesia dari kelompok manusia tak dikenal, menurut sebuah artikel di surat kabar tersebut. Alami.

Kerangka yang relatif terpelihara dengan baik milik seorang wanita muda berusia 17 hingga 18 tahun yang dikubur dalam embrio di Gua Liang Bunning di selatan Pulau Celips. Itu ditemukan di antara artefak yang diidentifikasi sebagai Dolians, sekelompok pemburu dari wilayah era Kuarter ini. Ini adalah pertama kalinya kerangka ditemukan dari kelompok ini.

Analisis DNA Hunter mengungkapkan bahwa dia adalah bagian dari kelompok populasi yang terkait dengan orang Papua dan penduduk asli Australia. Tetapi hubungan genetiknya terkait dengan garis manusia yang tidak diketahui di tempat lain di dunia.

“Kami sedikit lebih mengerti”

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature pada hari Rabu, merupakan kolaborasi antara peneliti internasional dan Indonesia setelah penggalian yang diluncurkan pada tahun 2015. Pergi ke Australia dari benua Asia, ”kata Adam Broom, seorang arkeolog di Griffith University di Australia, yang ikut memimpin penelitian pada Jumat, 27 Agustus.

Wilayah ini, yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai Wallisia, mencakup pulau-pulau di Indonesia dari Kalimantan timur hingga Nugini utara.

Para peneliti menganggap penemuan ini sangat unik karena kerangka purba terdegradasi dengan cepat di iklim tropis yang lembab. “Sangat jarang menemukan sisa-sisa DNA manusia purba di daerah tropis, itulah sebabnya penemuan ini sangat membahagiakan,” kata Adam Broom.

Studi ini menantang teori-teori sebelumnya tentang pemukiman manusia di wilayah tersebut. “Ini menunjukkan betapa sedikitnya pemahaman kita tentang sejarah manusia pertama di Kepulauan Wallace,” kata arkeolog itu.

READ  Tujuh bulan penjara untuk seorang tentara karena homoseksualitas

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x