Ditangkap karena “penghinaan” setelah dipromosikan ke bar

Polisi Indonesia pada hari Jumat menangkap enam orang karena penodaan agama di rantai bar yang menyediakan minuman keras gratis untuk tuan rumah yang bernama Mohammed. Dalam sebuah posting di media sosial, sejak penghapusan, Holywings Bar telah membagikan botol gin setiap Kamis setelah nabi Islam Muhammad dan Maria, seorang tokoh terkemuka dalam agama Kristen, membagikan kartu identitas kepada semua orang. Namun, alkohol dilarang oleh hukum Islam, dan meskipun konsumsinya di pub di negara ini tidak dilarang, Muslim konservatif marah dengan iklan tersebut.

Kemarahan meningkat di media sosial dan beberapa organisasi pemuda mengeluh kepada polisi tentang pejabat pendirian, menuduh mereka melakukan penistaan, sementara kelompok lain mengancam akan menggerebek toko minuman keras. Pada Jumat malam, polisi menetapkan enam tersangka pada konferensi pers televisi, termasuk direktur seni dan kepala tim periklanan Holwings.

Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan mereka semua bekerja untuk perusahaanKata Kapolres Jakarta Selatan Buddhi Hardy Susianto. Keenamnya mengenakan atasan oranye dan menutupi wajah mereka untuk penjahat di Indonesia. “Tersangka membuat konten ini untuk menarik pelanggan ke perusahaan mereka, terutama yang memiliki target penjualan kurang dari 60%“, jelas Kapolres.

Para tahanan diadili karena penodaan agama dan menyebarkan kebencian agama, dan bisa menghadapi hukuman 10 tahun penjara, kata polisi. Holywings meminta maaf secara terbuka dan mengatakan pejabatnya tidak mengetahui promosi tersebut.

READ  Biden memperingatkan bahwa Kovit-19 "tidak dikalahkan", sebuah rekor polusi di Rusia

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Read also x