Di Indonesia, penyidik ​​antikorupsi menjalani tes kewarganegaraan yang aneh

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan tes “sensitivitas nasional” kepada anggota Komisi Pemberantasan Korupsi yang dibentuk pada tahun 2003. Akibatnya: 75 penyelidik paling senior gagal dan dipecat. Koran lokal melihat ini sebagai perusahaan yang buruk.

Korupsi itu buruk di Indonesia. Didirikan pada tahun 2003, pada tahun-tahun pertama demokratisasi negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus-menerus diserang oleh pejabat yang berusaha mengacaukan dan menetralisirnya.

Pada Maret dan April tahun ini, anggota KPK harus menjalani tes “sensitivitas nasional”, 75 di antaranya gagal. Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk status pegawai negeri dan dikeluarkan, dan perselingkuhan itu telah menyebabkan kegemparan di pers Indonesia.

Untuk itu Jakarta Post, Ini adalah ujian pengetahuan kewarganegaraan “Segera dikritik karena isinya yang aneh” Dan ketidakrelevanannya. Peserta ditanyai 68 pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner ini, yang dibentuk oleh Badan Kepegawaian Negeri bekerja sama dengan beberapa dinas intelijen dan militer. “Ungkapkan posisi mereka”, Garis bawahi setiap hari.

Koran Tempo Penyidik ​​antikorupsi terkadang mengutip beberapa pertanyaan atau pernyataan yang luar biasa untuk dijawab: “Orang Cina semuanya sama. Yang memfitnah harus dihukum mati. Hak-hak kaum homoseksual harus dihormati. Homoseksual

[…]

READ  Indonesia meningkatkan peran industri untuk mendorong pemulihan ekonomi

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x