Di Indonesia, pencarian korban gempa Seipus terus berlanjut

Pertandingan melawan waktu, pada hari Minggu, 17 Januari, berusaha untuk menemukan calon penyintas di pulau Celips Indonesia (utara nusantara). Gempa tersebut menewaskan 77 orangMenurut sebuah laporan baru-baru ini, rumah ribuan orang hancur.

Rumah sakit terendam banjir sejak gempa berkekuatan 6,2 skala richter. Menurut Institut Geofisika Amerika (USGS), Yang terjadi saat fajar pada hari Jumat. Hal ini menyebabkan kepanikan di antara orang-orang di bagian barat pulau itu, yang telah hancur oleh gempa bumi yang sangat kuat pada tahun 2018, yang diikuti 4.300 orang tewas.

Dalam dua hari, puluhan mayat tak bernyawa dievakuasi dari puing-puing bangunan yang runtuh di Mamuju, ibu kota provinsi berpenduduk 110.000 jiwa, di mana sebuah rumah sakit dan pusat perbelanjaan hancur. Korban lainnya ditemukan lebih jauh ke selatan, di mana gempa kuat dirasakan Sabtu pagi.

Gambar udara kota menunjukkan runtuhnya beberapa bangunan. Tidak diketahui berapa banyak lagi mayat yang tersisa di puing-puing, atau apakah orang yang selamat masih terjebak di sana. Mesin berat bekas harus mengambil semua tindakan pencegahan dan memindahkan puing-puing dengan sangat cepat, yang berbahaya bagi orang yang terperangkap di bawah puing-puing.

Resiko runtuh

“Semua orang yang kami lihat sudah mati.”Octavianto, seorang penyelamat berusia 37 tahun dengan nama yang sama dengan banyak orang Indonesia, mengatakan. “Dua puluh empat jam kemudian, penguburan kemungkinan sudah mati.

Pihak berwenang belum mengomentari jumlah orang yang diselamatkan.

Puluhan mayat tak bernyawa telah dipindahkan dari puing-puing bangunan yang runtuh di Mamuju, ibukota provinsi selebriti Barat.

Ribuan orang yang kehilangan rumah karena musim hujan telah mengungsi ke kamp-kamp darurat. Banyak yang bilang makanan dan selimut habis. Makanan dan peralatan darurat dikirim ke pulau itu dengan pesawat dan kapal, dan Angkatan Laut Nasional mengirim kapal medis selain rumah sakit yang masih beroperasi, tetapi itu lebih dari itu.

READ  Menunjukkan bagaimana loker ilegal dapat diubah menjadi pekerjaan yang subur sebagai cara untuk menyelamatkan hutan Indonesia

Tanah longsor

Yang lain tidak mau pulang karena takut gempa atau tsunami. “Lebih baik berlindung jika terjadi sesuatu yang buruk”, Abdul Wahab, warga Mamuju, menjelaskan bahwa dirinya mengungsi di tenda bersama istri dan empat anaknya, termasuk seorang anak. Kami berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan bayi, makanan, obat-obatan dan susu., dia berkata.

Pihak berwenang tidak mengatakan berapa banyak lagi orang yang mungkin terperangkap di puing-puing bangunan yang runtuh.

Khawatir tentang ledakan Pemerintah-19 di kamp-kamp yang penuh sesak, para pejabat mengumumkan bahwa mereka mencoba membentuk kelompok orang sebagai tanggapan terhadap bahaya. “Situasi di Indonesia sangat buruk, Kata LSM Proyek HARAPAN. Covid-19 semakin memperumit jawabannya. “

Tanah longsor dan hujan lebat setelah gempa memutus akses ke salah satu jalan utama provinsi itu. Bandara dan hotel rusak, sementara sebagian kota mati listrik.

Baca lebih lajut Indonesia, jantung gempa Pasifik “cincin api”

“Cincin Api”

Namun, gempa bumi ini bukan satu-satunya bencana alam yang saat ini melanda nusantara. Di bagian Indonesia dari pulau tetangga Kalimantan, setidaknya lima orang tewas dan puluhan hilang. Banjir menewaskan lima orang di Manato, kota terbesar di utara Sulawesi. Di Provinsi Jawa Barat, sedikitnya 32 orang tewas akibat tanah longsor akibat hujan lebat.

Di ujung lain pulau yang sama, Chemaru meletus Sabtu malam, dengan letusan gunung berapi di sisinya, dipenuhi asap dan debu di ketinggian 4.500 meter. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam ledakan tersebut.

Kepulauan Indonesia, ‘Cincin Api’ Pasifik, berada pada aktivitas seismik tinggi, sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Dunia dengan AFP

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x