Di Indonesia, dalam menghadapi epidemi, “kibarkan bendera putih”

Rumah sakit di Jakarta dan beberapa kota besar di Nusantara penuh sesak dengan masuknya pasien Pemerintah-19. Harian Koran Tempo Presiden Joko Widodo menegaskan “Kibarkan Bendera Putih” Dan mencari bantuan tetangga.

Evolusi epidemi saat ini sangat serius. Di Jakarta dan kota-kota satelit [de la métropole où vivent plus de 30 millions de personnes], Sangat sulit untuk menerima pasien yang sakit parah ke rumah sakit. Ruang isolasi dan unit perawatan intensif dipenuhi bahkan ketika kapasitasnya terus meningkat. Banyak pasien yang masuk rumah sakit tidak dapat menerima perawatan yang tepat. Stok oksigen menurun hingga habis. Jumlah ventilator tidak sebanding dengan jumlah pasien di ruang gawat darurat. Pada saat yang sama, petugas kesehatan menjadi kelelahan, terlalu banyak bekerja atau dikorupsi oleh virus corona.

Setiap hari kita mendengar kisah tragis pasien yang meninggal sebelum menerima perawatan. Misalnya, di RS Sartjito, Puskesmas di Yogyakarta, 63 pasien Covid-19 meninggal dalam waktu dua puluh empat jam akibat suplai oksigen yang berkurang. Lapper Cowit-19, sebuah situs

[…]

Tajuk rencana

Baca artikel aslinya

Sumber

Koran Tempo Harian diterbitkan oleh grup Waktu Rilis utamanya adalah mingguan bernama.Waktu Pertama kali diterbitkan pada bulan April 1971 oleh B.T. Diterbitkan oleh Graffiti Pers

[…]

Baca selengkapnya

READ  Gempa Indonesia: Pengasuh tenggelam karena kedatangan orang yang terluka

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x