Di Indonesia, Citilink mengoperasikan pesawat dengan rem yang rusak

Meskipun masalah rem terdeteksi di sembilan belas perangkatnya, anak perusahaan Harga rendah Perusahaan nasional Garuda terus menerbangkannya. Koran Tempo Mengutuk kelalaian besar ini, yang tidak dapat memaafkan masalah keuangan yang terkait dengan epidemi. “Tidak ada nyawa manusia yang sebanding dengan harga minyak rem.

Sembilan belas perangkat dari anak perusahaan Sitling Harga rendah Maskapai nasional Indonesia terus terbang meskipun ada kelemahan berbahaya dalam sistem pengereman Karuta, Laporan Koran Tempo.

Dalam surat dari Direktorat Kualifikasi Penerbangan dan Penerbangan, Kementerian Perhubungan memperingatkan Chittagong. […] 19 Bagian rem pada Airbus A320 Didukung oleh Sittling. Kondisi ini berarti pesawat tersebut harus menghentikan semua operasi penerbangan hingga komponennya diganti. Menunjukkan setiap hari.

Tim peneliti mencatat enam masalah dengan rem, empat di antaranya berbahaya: meleleh, macet, panas berlebih, dan rotor rusak.

Koran Tempo Mengutuk kelemahan etika yang serius dari perusahaan publik, yang seharusnya menjadi teladan, dan menolak argumen bahwa perusahaan terpaksa menghemat pemeliharaan karena masalah keuangan yang disebabkan oleh epidemi. Govit-19 :

Bermain dengan keselamatan penumpang akan semakin merusak industri penerbangan. Tidak ada nyawa manusia yang sebanding dengan harga minyak rem.

Berdasarkan koran Tempo, Saatnya epidemik bagi institusi publik untuk belajar bagaimana menjadi kreatif dan inovatif dalam mengatasi badai resesi.

“Alih-alih memaksa pesawat bermasalah untuk terus terbang mengangkut penumpang, Mulai koran, Dengan aplikasi digital BetterFly Cargo, yang menghasilkan pendapatan terbesar sejak diluncurkan pada 2012, manajemen Citilink diharapkan dapat kembali ke bisnis inventaris yang tumbuh pesat dalam dua tahun terakhir.

READ  Kelapa Sawit: Operasi Anestesi untuk Indonesia

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x