Mei 13, 2021

Ekskul News

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di EKskulNews

C&I adalah usaha patungan baru yang berbasis di Indonesia untuk menginvestasikan US $ 500 juta di pasar tenaga surya

Sebuah bisnis atap dan proyek PV industri dari energi mitra keempat di India. Gambar: Energi Mitra Keempat melalui Twitter.

Indian Solar Company telah membentuk usaha patungan (JV) dengan mitra keempat Produsen Batubara Energi Indica Energy untuk mengembangkan proyek PV komersial dan industri (C&I) di Indonesia.

B.D. JV, juga dikenal sebagai Embat Mitra Indica Tenaka Surya (EMITS), bertujuan untuk menjadi platform stop-shop yang dapat diperbarui untuk sektor K&I Indonesia dan berencana untuk berinvestasi lebih dari US $ 500 juta di negara ini pada tahun 2025.

Dengan portofolio tenaga surya 550 MW saat ini di India dan penyelesaian proyek pelanggan seperti Unilever, Schneider Electric dan டா koda, Energi Mitra Keempat menganggap JV sebagai “pemain kunci” dalam ekspansi ke pasar utama di Asia Tenggara. Pendiri dan Managing Director Vivek Subramaniam. “Potensi komersial energi terbarukan di Indonesia sangat besar karena negara memiliki keterpaksaan yang jelas terhadap agresi dekarbonisasi,” ujarnya.

Mengutip angka pemerintah, keempat mitra Indica Energy mengatakan hingga akhir tahun 2020 total konsumsi energi Indonesia akan mencapai 11,5% atau sekitar 10.467 MW. Ini merupakan peningkatan 2,3% per tahun. Target pemerintah 13%. Negara ini menargetkan untuk mencapai 23% energinya dari sumber terbarukan pada tahun 2025.

Menyambut kemunculan EMITS, Menteri Energi dan Mineral Indonesia Arifin Dasrif mengatakan pemerintah “berkomitmen” untuk memfasilitasi investasi melalui aturan dan kebijakan yang mengutamakan konversi energi bersih.

“Kami berharap dengan berdirinya EMITS dapat meningkatkan investasi di bidang infrastruktur energi terbarukan dan melahirkan inovasi teknologi yang andal, efisien, terjangkau dan ramah lingkungan, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi dari dampak ekonomi yang menyerap tenaga kerja,” ujarnya. kata.

Di tempat lain di Indonesia, Mazda sedang membangun pembangkit listrik tenaga surya terapung 145 megawatt di reservoir di Jawa, dengan kapasitas 350.000 unit. Perusahaan terbarukan yang berbasis di Abu Dhabi telah mengembangkan JV dengan anak perusahaan dari perusahaan listrik negara Indonesia, PTPLN, untuk membantu bidang-bidang seperti perizinan dan masalah tanah.

READ  Kebakaran pemurnian di Indonesia melihat risiko pasokan yang segera terjadi