Berikut ini sekilas bagaimana bank digital mulai berkembang di Indonesia tahun ini

Berikut ini sekilas bagaimana bank digital mulai berkembang di Indonesia tahun ini. Sumber: AFP

  • Unduhan aplikasi perbankan digital Indonesia tumbuh 7% pada tahun 2020, tetapi pemain baru menyerang dengan keras dan cepat dalam pertumbuhan 2-5x
  • Komisi Jasa Keuangan (OJK) Indonesia diharapkan mengumumkan aturan baru untuk perbankan digital pada pertengahan 2021.
  • Peningkatan transaksi pembayaran digital mencerminkan semakin meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat Indonesia

Tiga bulan lalu, bank Indonesia Zaco menjalin kemitraan strategis dengan ride-hello dan penyedia layanan pembayaran digital Kozak, yang membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi bank digital penuh pertama. Langkah ini penting karena, dari semua negara Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia bukan satu-satunya yang menerbitkan izin bank digital.

Satu-satunya cara bagi perusahaan teknologi untuk memasuki industri perbankan adalah dengan mendapatkan bank komersial atau pemberi pinjaman dengan izin perbankan yang ada. Menurut Kozak, perseroan harus bermitra dengan Bank Jacob untuk mengembangkan sistem pembayaran digital lengkap di Indonesia. Lantas, mengapa bank Indonesia OJK – otoritas jasa keuangan negara – mengapresiasi regulasi perbankan digital yang akan datang, yang memungkinkan nasabahnya membuka rekening bank? Aplikasi dijalankan oleh Mitra Kojek.

Aturan baru perbankan digital diharapkan diumumkan pada pertengahan 2021, termasuk apakah OJK akan menerbitkan izin perbankan digital kepada investor. Namun, OJK masih belum jelas ke arah mana mereka akan mengambilnya. “Kami tidak akan mengatur detailnya, itu tidak akan tunduk pada aturan. Straits Times.

Bank digital mewakili lebih banyak kepemilikan rekening bank

Indonesia selalu siap menghadapi gangguan digital dalam layanan keuangan. Negara berpenduduk 270 juta, dan lebih dari 50% masih bangkrut Karena hambatan geografis dan infrastruktur. Seperti yang tertera di dalamnya Bank Dunia, 95 juta orang Indonesia atau sepertiga dari populasi negara tidak memiliki rekening bank. Namun dari 95 juta orang itu, 60 juta Memiliki ponsel, yang sering kali mewakili pasar yang tidak terpakai dan merupakan cara penting untuk memberikan layanan keuangan kepada orang baru.

Pembayaran digitalisasi hanya di sektor swasta dapat meningkatkan kepemilikan rekening bank 29%, Menurut laporan. Banyak orang Indonesia yang tinggal di daerah pedesaan tinggal jauh dari bank atau ATM terdekat, dan harus melakukan perjalanan jauh untuk menarik uang untuk keperluan umum, tagihan rumah sakit, pendidikan sekolah dan pengeluaran lainnya. Perbankan digital akan memudahkan pembayaran dan akses lebih banyak layanan keuangan bagi masyarakat pedesaan di Indonesia.

Bank Jaco, seperti banyak perusahaan Fintech, akan membantu meningkatkan saham jasa keuangan di negara ini dengan menghilangkan hambatan seperti geografi dan memberi orang akses dan kepemilikan yang lebih besar atas dana mereka.

Namun sebaliknya, adopsi digital di kalangan konsumen Indonesia telah meningkat dan mengalami pertumbuhan yang cepat, dalam menghadapi pembatasan dan hambatan yang disebabkan oleh epidemi. Pembayaran digital dan situs e-niaga. Menurut Bank Indonesia (PI), nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp 201 triliun (US $ 13,95 miliar) pada tahun 2020, meningkat 38,62% dari Rp145 triliun (US $ 10,07 miliar) pada 2019. Pada Januari 2020, penjualan ritel menyumbang 28% dari transaksi digital pendorong terbesar, diikuti oleh transportasi (27%), pesanan makanan (20%), e-commerce (15%) dan pembayaran tagihan (7%).

Masa depan

Menurut OJK, bank digital Ada dua bentuk di IndonesiaKategori pertama terdiri dari bank digital yang diperkenalkan oleh bank umum seperti Genius dan Digibank. Jenis kedua adalah perusahaan keuangan digital komprehensif yang didirikan oleh perusahaan setelah akuisisi pemberi pinjaman lokal atau bank komersial. Bank online ini juga dikenal sebagai Neopunks.

Adapun neopanks, Akulagu adalah perusahaan Fintech yang didukung Alibaba Bank tersebut menjadi pelopor saat mengakuisisi Yuda Devotion pada tahun 2019, dan kemudian menamainya Bank Neo Commerce pada tahun 2020. Bank tersebut belum beroperasi karena saat ini sedang mengembangkan sistem perbankan digitalnya. SEBUAH Wawancara Dengan CNBC Indonesia September lalu, Pimpinan Bank Neo Commerce Jandra Gunavan menjelaskan bahwa dia akan bekerja sama dengan Hawaii dan Sunline untuk meningkatkan layanan perbankan seluler dan internetnya.

Bank Neo Commerce akan menjadi Neopan pertama di Indonesia, dengan platform teknologi lain akan hadir di segmen ini. Analis memperkirakan akan ada perusahaan teknologi, khususnya situs e-commerce, yang memasuki sektor perbankan digital di Indonesia. Neopanks diharapkan dapat menawarkan layanan keuangan dan pinjaman saluran dalam segmen ritel dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Neopanks pasti memiliki keunggulan dibandingkan bank biasa. Mereka memiliki biaya operasional yang rendah dan pada saat yang sama mereka dapat menjangkau berbagai macam pelanggan dan kreditor. Neobanks menawarkan layanan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan fintech credit dan payment operator karena sudah terintegrasi dengan bank komersial.





Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x