Berakhirnya Zaman Keemasan Batubara di Indonesia?

Berdasarkan Kompas, Pengumuman Presiden China Xi Jinping untuk menghentikan pendanaan pembangkit listrik tenaga batubara asing adalah lonceng kematian bagi pertumbuhan industri batubara Indonesia, yang sebagian besar bergantung pada investasi dan impor China.

“China akan mendukung negara berkembang untuk menanam energi hijau dan rendah karbon, bukan membangun pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri”, katanya. Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam pidatonya di ’76e Majelis Umum Persatuan negara-negara21 September 2021

Kompas Laporan China menggemakan pengumuman pemerintah Jepang beberapa bulan lalu bahwa mereka akan berhenti berinvestasi di pembangkit listrik tenaga batu bara mulai tahun 2022. Korea mengeluarkan pengumuman yang sama, tetapi tanpa menentukan tenggat waktu.

“Pemantauan energi menunjukkan bahwa trio Asia, Jerman dan Republik Ceko adalah lima investor terbesar di proyek pembangkit listrik tenaga batu bara dunia,” katanya. Menekankan setiap hari.

Di Indonesia, kontribusi batubara terhadap komposisi energi pembangkit listrik bervariasi, berkisar antara 60% hingga 65%. Batubara merupakan salah satu ekspor utama Indonesia. Akankah masa keemasan industri ini berakhir di Nusantara? Keajaiban Kompas. Inton Fahdiana, Juru Bicara PLNDewan Ketenagalistrikan Nasional mengatakan Kompas :

Kami akan lebih mempromosikan penggunaan pembangkit listrik dalam hal energi terbarukan. Untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara, kami akan secara ketat mematuhi kontrak yang ada sampai selesai.

Menurut surat kabar tersebut, banyak organisasi masyarakat sipil, anggota gerakan #IndonesiaBersih, menyambut baik komitmen Presiden Xi Jinping.

“Pemerintah Indonesia juga merupakan sinyal yang jelas untuk melakukannya dan segera meninggalkan energi yang mencemari ini,” katanya. Tata Mustasya, koordinator kampanye iklim dan energi Greenpeace di Asia Tenggara, menegaskan.

Direktur Utama Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APPI), Hendra Cynthia, ingin percaya bahwa masih ada masa depan yang cerah untuk industri ini. Dikutip Kompas, Dia memperkirakan permintaan batu bara untuk pembangkit listrik yang sedang dibangun akan berjalan selama dua puluh tahun ke depan dan akibatnya pengumuman China tidak akan berdampak pada produksi nasional dalam jangka pendek.

READ  Sedikitnya 41 orang tewas dalam kebakaran penjara di Indonesia

“Paling APPI Tidak diketahui apakah China akan berhenti mengimpor batu bara. Selama ini China menjadi tujuan utama ekspor batu bara Indonesia.” Harian mengacu.

Bukti

Didirikan pada tahun 1965 untuk menentang surat kabar Komunis yang ditulis dalam bahasa Indonesia, Pusol adalah surat kabar nasional terbesar, dengan studi mendalam tentang referensi, fakta sosial, dan laporan tentang pulau-pulau “terluar”, Indonesia.

[…]

Baca lebih lajut

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x