Bayi gajah itu kehilangan separuh belalainya di dalam perangkap dan mati

Bayi gajah sumatera ( Indonesia ) Meninggal setelah kehilangan setengah dari tubuhnya dalam jebakan
Pemburu. Seekor gajah berusia satu setengah tahun yang ditemukan warga di sebuah desa di provinsi utara Aceh telah terinfeksi wabah mematikan dua hari kemudian. “Kami tidak bisa menyelamatkannya karena lukanya begitu dalam dan menular,” kata Agus Arianto, Kepala Balai Konservasi Alam Aceh, Selasa. “Kami melakukan yang terbaik untuk membantunya. “

Sisa belalai gajah dipotong dalam upaya untuk menyelamatkan gajah. Menurut gambar yang dirilis oleh pihak berwenang, hewan yang terancam punah itu tampak berhati-hati setelah operasi. Tapi kemudian infeksi terjadi.

Mengurangi habitat alami gajah

Prihatin dengan kematian sejumlah besar gajah di Sumatera, Perhimpunan Walhi Konservasi Alam Indonesia telah meminta pihak berwenang setempat untuk “penyelidikan penuh” dalam pesan yang diposting di akun Twitter-nya.

Deforestasi telah mengurangi habitat alami gajah Pulau yang terletak di bagian barat Indonesia ini rawan akan sering terjadi konflik antara hewan dan manusia, terutama para petani yang ingin melindungi peternakannya dari kerusakan yang diakibatkan oleh hewan. Gajah dibunuh untuk diambil gadingnya dan sangat dicari oleh pemburu liar.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa kasus keracunan gajah di Indonesia. Pada bulan Juli, tubuh seorang anak laki-laki berusia 12 tahun ditemukan dipenggal kepalanya di sebuah taman yang tidak terlindungi di Palmyra. The Aceh Nature Conservancy memperkirakan kurang dari 500 ekor gajah sumatera yang masih hidup di alam liar.

READ  DNA dari kerangka berusia 7.200 tahun mempertanyakan asal usul manusia di wilayah tersebut

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x