Autotrof menunjukkan “gangguan”

Beberapa menit sebelum lepas landas, pesawat itu jatuh sekitar 3.000 meter ke Laut Jawa pada 9 Januari, sekitar 62 meter, sebelum menghilang ke laut.

SEBUAH “KekacauanBoeing Autotrottle Sriwijaya Air jatuh di lepas pantai Indonesia bulan lalu, menurut para penyelidik yang merilis pernyataan awal yang lebih berhati-hati pada hari Rabu tentang penyebab kecelakaan itu. Beberapa menit sebelum lepas landas, pesawat itu jatuh sekitar 3.000 meter ke Laut Jawa pada 9 Januari, sekitar 62 meter, sebelum menghilang ke laut. “Kedua autotrof menunjukkan inkonsistensi“, Dan telah diperbaiki beberapa kali pada hari-hari sebelumnya,” kata Narkahio Utomo, analis dari Organisasi Keselamatan Lalu Lintas Indonesia.

Autotrotils adalah sistem pengisi untuk autopilot yang digunakan untuk secara otomatis mengontrol daya dorong pesawat dan karena itu kecepatannya. Mereka dapat dinonaktifkan oleh pilot jika terjadi masalah. “Autotrode kiri jauh di belakang, sementara kanan tidak bergerak, dan macet», Manajer menjelaskan. “Tapi apa penyebab gangguan ini? Kami belum dapat membuat keputusan apa pun“Dokumen perawatan untuk pesawat menunjukkan bahwa autotrotil rusak dan telah diperbaiki dua kali pada Januari sebelum kecelakaan.

Lihat juga – Indonesia: “Boeing 737 menyimpang dari jalurnya sebelum menghilang”, Menhub mencatat pada 9 Januari 2021

Perusahaan sebelumnya mengatakan bahwa kru tidak diberitahu atau melaporkan masalah teknis sebelum kecelakaan dan itu bisa tetap sama ketika pesawat tenggelam di air. Data dari area yang relatif terbatas di mana puing-puing ditemukan dan dari kotak hitam menunjukkan bahwa reaktor nuklir masih beroperasi selama tumbukan. Pencarian berlanjut untuk menemukan kotak hitam lainnya, perekam suara kokpit. Perusahaan biasanya menggambarkan komunikasi dengan pengontrol lalu lintas udara sampai pesawat menyimpang secara signifikan dari jalurnya.

READ  Govit-19 di Indonesia berjumlah 1.562.868 dengan jumlah kematian meningkat menjadi 174

Tim yang dipimpin oleh seorang kapten berpengalaman, tidak menjawab serangkaian pertanyaan dari menara kontrol. Pesawat itu tertunda lepas landas dengan guntur yang parah, tetapi para pejabat mengatakan tidak ada indikasi bahwa cuaca merupakan faktor utama pada saat kecelakaan itu. Badan Keselamatan Transportasi AS (NTSB) berpartisipasi dalam penyelidikan tim dengan perwakilan Boeing dan Regulator Penerbangan Amerika (FAA).

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x