Asia / Indonesia – “Legion of Mary”, wajah anggun Gereja

Asia / Indonesia – “Legion of Mary”, wajah anggun Gereja

Jakarta (Agensia Fights) – “Wajah Belas Kasih Gereja di Indonesia”: Ini adalah permintaan yang diprakarsai oleh Kardinal Indonesia Ignatius Suhario, Uskup Agung Jakarta, “Legion of Mary” (atau “Legio Maria”). Perhimpunan Umat Katolik awam merayakan ulang tahun keseratusnya di seluruh dunia. Di kepulauan Indonesia, gerakan ini adalah komunitas pemuja di banyak gereja paroki, sekolah dan komunitas Katolik, yang hidup dan menyebarkan devosi mendalam pada konsep Dikandung Tanpa Noda. Umat ‚Äč‚ÄčKatolik Indonesia berbakti kepada Bunda Allah dan sering berziarah ke kuil-kuil Maria yang tersebar di 37 keuskupan negara.
Seperti yang diketahui Fitzgerald, Kardinal Ignatius Suharyo berbicara kepada anggota G-30-S dalam upacara akbar yang dirayakannya di Katedral Jakarta, selain acara peringatan yang diselenggarakan di setiap keuskupan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Legio Maria. September 11 mengundang mereka untuk “menjadi seperti Maria, yang dipelihara oleh kehidupan Yesus dan menunjukkan semangat yang kuat dan kasih sayang untuk orang lain seperti yang Injil katakan.”
Berbicara kepada mereka yang hadir, Kardinal menyatakan dukungan moral dan spiritual penuhnya kepada para anggota organisasi, “untuk hidup secara rohani demi orang lain, dengan menemui orang sakit di rumah sakit dan dengan berdoa bersama mereka, dan dengan menunjukkan belas kasih yang sederhana bagi Kristus untuk yang lain.” “Dengan kehadiran dan aksi kemanusiaan Anda, Anda benar-benar telah menunjukkan wajah belas kasih Gereja Katolik di Indonesia,” katanya.
Paulus, anggota Legio Maria di Keuskupan Sangao (Kalimantan Barat), melapor kepada Lion Fidesz: “Saya bergabung dengan grup pada tahun 2015, dan sekarang saya menjadi salah satu pemimpin grup. Legio Maria telah mengasuh dan menguatkan iman kita.”
Vera Sundero dari Gereja Paroki St. Fransiskus Xaverius di Tanjungkriok, Jakarta Utara, menambahkan: “Bergabung dengan Legio Maria lokal memberi saya sukacita spiritual berdoa dan berbuat baik kepada orang lain: kami menghibur orang sakit. Kami dekat dengan anak-anak berkebutuhan khusus. “
Ada sekitar 66.000 anggota setia Legio Maria di Indonesia. Gerakan ini hadir di 35 keuskupan di seluruh negeri. Legio Maria dibentuk pada tahun 1951 di Indonesia. Asosiasi ini menyatukan umat Katolik yang bermaksud baik yang hidup dan mempromosikan devosi Maria, memperdalam iman dan membutuhkan bantuan tegas kepada orang lain. Didirikan pada tahun 1921 oleh Frank Duff, seorang pegawai negeri sipil muda di Dublin, itu adalah bagian dari Gereja Katolik yang mendahului Konsili Vatikan Kedua, dan saat ini ada di 170 negara di seluruh dunia. Secara internasional, seratus tahun akan dirayakan dari 3 September 2021 hingga 19 November 2022.
(MH-PA) (Badan Perkelahian 15/9/2021)


Untuk berbagi:

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x