Mei 13, 2021

Ekskul News

Indonesia – Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News on Indonesia diperbarui dan diterbitkan di EKskulNews

Angkatan Laut Indonesia mengumumkan tenggelamnya seorang wakil yang hilang karena kepercayaan pada 53 awaknya memudar

Angkatan Laut Indonesia mengumumkan pada hari Sabtu bahwa kapal selam yang hilang telah tenggelam setelah menemukan barang-barang dari kapal tersebut dalam dua hari terakhir, mengakhiri harapan untuk menemukan salah satu dari 53 awak yang masih hidup.

Panglima Angkatan Darat Hadi Tajjando mengatakan pada hari Rabu bahwa keberadaan lumpur dan puing-puing minyak di dekat tempat merpati terakhir kapal selam itu berada di pulau Bali adalah bukti nyata bahwa KRI Nangala 402 telah tenggelam.

Pejabat Indonesia sebelumnya mengira kapal itu hilang, tetapi mengatakan pasokan oksigen kapal selam akan berakhir Sabtu pagi.

Kepala Angkatan Laut Yudo Marcono mengatakan pada konferensi pers di Bali, “Jika itu ledakan, itu pecahan.”

Angkatan Laut sebelumnya mengatakan bahwa kapal selam itu tenggelam hingga kedalaman 600 hingga 700 meter, dengan kedalaman tenggelamnya jauh lebih dalam dari 200 meter, di mana tekanan air akan lebih tinggi daripada yang bisa ditahannya.

Alasannya belum jelas

“Dengan bukti nyata yang diyakini berasal dari kapal selam, kami sekarang ‘tenggelam’ dari tahap` sub-miss ‘, “kata Marcono dalam konferensi pers, di mana temuan itu ditampilkan.

Penyebab hilangnya data tersebut masih belum jelas. Angkatan Laut sebelumnya telah menyatakan bahwa pemadaman listrik menyebabkan kapal selam tidak dapat mengaktifkan kembali prosedur darurat.

Dalam dua hari terakhir, para pencari telah menemukan bagian pelurus torpedo, botol minyak yang diyakini telah digunakan untuk mengoleskan minyak ke periskop, puing-puing dari sajadah dan pecahan dari lemari es di kapal selam di Korea Selatan pada tahun 2012. .

Anggota tim patroli maritim TNI AL melakukan pencarian kapal selam yang hilang di Laut Bali, Rabu pekan lalu. (Eric Ireng / Associated Press)

Tim penyelamat dari Indonesia dan negara lain akan mengevaluasi temuan tersebut, kata Marcono. Sejauh ini belum ada mayat yang ditemukan.

Sebuah pesawat pengintai AS, P-8 Poseidon, mendarat Sabtu pagi, dengan 20 kapal Indonesia, satu kapal perang Australia yang dilengkapi sonar, dan empat pesawat Indonesia siap bergabung dalam pencarian.

Kapal penyelamat Singapura juga diharapkan pada hari Sabtu, sementara kapal penyelamat Malaysia akan tiba pada hari Minggu, yang meningkatkan perburuan bawah air, kata para pejabat sebelumnya pada hari Sabtu.

Anggota keluarga berharap ada yang selamat, tetapi tidak ada tanda-tanda kehidupan dari kapal tersebut. Presiden Indonesia Joko Widodo memerintahkan semua upaya untuk menemukan kapal selam tersebut dan meminta masyarakat Indonesia untuk berdoa agar awak kapal selamat.

Foto udara ini menunjukkan kapal selam angkatan laut Indonesia KRI Alugoro saat melakukan pencarian KRI Nangala 402 pada hari Kamis. (Eric Ireng / Associated Press)

KRI Nangala 402 bertenaga diesel buatan Jerman, yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1981, membawa 49 awak kapal dan tiga pria bersenjata beserta komandannya, menurut Kementerian Pertahanan Indonesia.

Indonesia, negara pulau terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, telah menghadapi tantangan yang semakin besar terhadap klaim maritimnya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banyak insiden yang melibatkan kapal China di dekat Kepulauan Nachuna.

READ  Menit Asia: Indonesia membuat rencana pariwisata dengan hati-hati