Adzan Keras: Indonesia Menangani Topik yang Paling Membara

Setiap malam pukul 03.00, pengeras suara masjid di kawasan Rina Jakarta akan membangunkannya cukup keras untuk mencegahnya tertidur dan menyebabkan mual. Namun dia tidak berani mengadu karena takut diserang atau dijebloskan ke penjara.

Di Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, panggilan ke masjid dan salat dianggap suci. Mereka yang mengkritik mereka juga dapat didakwa dengan penistaan ​​agama, yang dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Rina, 31, mengatakan ingin menggunakan nama panggilan karena takut balas dendam, “Tidak ada yang berani mengeluh di sini.

“Pengeras suara digunakan tidak hanya untuk azan, tetapi juga untuk membangunkan orang 30 hingga 40 menit sebelum salat subuh,” katanya kepada AFP, seraya menambahkan bahwa suara itu hampir meledak enam bulan setelah rezim.

Menyadari masalah tersebut, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengirimkan tim mobile untuk menyetel sound system masjid-masjid di seluruh tanah air.

Menara masjid dengan pengeras suara di Jakarta, Indonesia pada 27 Mei 2021 (AFP – BAY ISMOYO)

Kepulauan Asia Tenggara telah lama disebut-sebut sebagai contoh hidup berdampingan secara damai di antara berbagai komunitas agamanya, tetapi Islam yang toleran telah menghadapi tekanan dari arus yang lebih serius.

Pada tahun 2018, seorang wanita Buddhis Indonesia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena “menyakiti telinganya” setelah mengumandangkan adzan.

– Simbol kebesaran –

Ada sekitar 750.000 masjid di Indonesia dengan sepuluh pengeras suara yang menyiarkan azan lima waktu.

Menara masjid dengan pengeras suara di Jakarta, Indonesia pada 27 Mei 2021 (AFP - BAY ISMOYO)

Menara masjid dengan pengeras suara di Jakarta, Indonesia pada 27 Mei 2021 (AFP – BAY ISMOYO)

Tapi bagi Rina, kebisingan ini telah menjadi masalah kesehatan yang nyata.

“Saya mulai mengalami insomnia dan karena terbangun tanpa henti ini saya didiagnosis dengan gangguan kecemasan. Sekarang saya mencoba untuk menjadi lelah sebisa mungkin untuk tidur meskipun ada kebisingan.”

READ  Mimpi besar untuk Dwi Indonesia

“Sebagai simbol keagungan Islam, ada kecenderungan untuk memasang volume setinggi mungkin agar seruan tersebut dapat didengar oleh sebanyak mungkin umat,” kata Aziz Muslim yang mengkoordinir rencana dewan untuk meningkatkan program tersebut. . Akustik.

Inisiatif ini berusaha untuk mengurangi ketegangan sosial dengan membantu mengatur sistem suara masjid secara gratis. Hampir 7.000 teknisi telah memberikan layanan ini ke lebih dari 70.000 masjid.

Ahmed Tawfiq, Ketua Masjid Al Ikhwan Jakarta, mengambil kesempatan itu.

Pemandangan udara masjid dengan pengeras suara dipasang di Jakarta, Indonesia pada 9 Juni 2021 (AFP - BAY ISMOYO)

Pemandangan udara masjid dengan pengeras suara dipasang di Jakarta, Indonesia pada 9 Juni 2021 (AFP – BAY ISMOYO)

“Sekarang sudah sepi. Artinya tidak mengganggu warga sekitar, apalagi ada rumah sakit di belakang masjid,” ujarnya.

– Keluhan sangat berbahaya –

Namun masalah ini sering menimbulkan konflik di dunia Islam.

Pengeras suara dipasang di sebuah masjid di Ponton, Indonesia pada 21 September 2021 (AFP - BAY ISMOYO)

Pengeras suara dipasang di sebuah masjid di Ponton, Indonesia pada 21 September 2021 (AFP – BAY ISMOYO)

Pada bulan Juni, pejabat Saudi memerintahkan agar pengeras suara di masjid dibatasi maksimal sepertiga dan khotbah tidak ditayangkan, yang memicu reaksi keras.

Lima tahun lalu di Indonesia, ratusan pengunjuk rasa membakar selusin kuil Buddha di kota Tanjung Palai, utara pulau Sumatera, setelah Myliana, seorang warga Indonesia keturunan Tionghoa, mengkritik kerasnya azan.

Ibu empat anak itu pada 2018 divonis 18 bulan penjara.

Pada bulan Mei tahun ini, massa yang marah berbaris setelah salah satu penghuni apartemen mewah di dekat Jakarta menuntut agar pengeras suara dicuri dari rumah mereka.

Polisi dan tentara harus turun tangan dan orang tersebut dipaksa untuk meminta maaf.

Menurut Ali Munhanif dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta, masyarakat Indonesia sering bereaksi marah terhadap keluhan ini karena mereka keliru percaya bahwa pengumuman audio adalah kewajiban agama.

READ  Kembalinya La Nina yang Mengerikan ke Indonesia

Menara Masjid Loudspeaker di Jakarta, Indonesia pada 27 Mei 2021 (AFP - BAY ISMOYO)

Menara Masjid Loudspeaker di Jakarta, Indonesia pada 27 Mei 2021 (AFP – BAY ISMOYO)

“Inilah yang terjadi ketika kemajuan teknologi menghadapi ekspresi keagamaan yang berlebihan. Jika adzan tidak diatur atau diatur, maka akan mengganggu kerukunan sosial,” tambahnya.

Namun Rina tidak mau disalahkan apapun.

“Ini menunjukkan bahwa pengajuan pengaduan hanya bisa membawa bencana (kasus Myliana),” katanya. “Saya tidak punya pilihan selain berlatih atau menjual rumah saya.”

Selim Yazici

"Internetaholic yang tak tersembuhkan. Spesialis bir pemenang penghargaan. Pakar perjalanan. Analis tipikal."

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read also x