× Informasi Covid-19 di Indonesia 18/09/2020  
Connect with us

Sosok

UNBK di Mata Kepsek SMKS Darul Mukminin

Published

on

GARUT, EKSKUL NEWS – Ujian Nasional Berbasis Komputer atau istilah UNBK adalah sebagai tolak ukur hasil pelajaran yang telah disampaikan para pendidik saat pemberian mata pelajaran di tiap sekolah. Di sana para pengajar jadi acuan apakah pokok bahasan yang telah diberikan sebagai mata pelajaran sudah tersampaikan atau belum karena pelajaran sebagai jawaban dalam soal menjawab ujian saat UNBK dilaksanakan buku-buku pelajaran yang diberikan para pengajar harus betul-betul berkualitas dan terarah untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.
Selain itu, fasilitas untuk dapat UNBK tidaklah mudah seperti yang kita kira bagaimana diucapkan Kementerian Pendidikan. Selain fasilitas pembelajaran juga sebagai pengayom pendidikan di Indonesia ini mengharapkan pembelajaran pendidikan yang betul-betul merata untuk menjawab OTDA dalam tatanan regional dalam mencerdaskan anak bangsa harus maju dan berkembang.

Kepala SMKS Darul Mukminin, Aceng Alfin Wahid S. Pd. I. di wilayah Kec. Banyuresmi pada Kamis (30/1/2020) saat ditemui memberikan informasi yang menarik untuk pelaksanaan UNBK semenjak dua atau tiga tahun terakhir ini sebetulnya tidak ada kendala yang sangat berarti. Akan tetapi, kendala yang ada di setiap sekolah ataupun di mayoritas sekolah terutama di Garut sekolah dalam Bahasa Sunda antara alit (kecil) dengan fasilitas yang pas-pasan, bahkan kurang afdol lain halnya.

“Dengan SMK elit yang serba sudah tersedia dalam pengadaan perangkat sekolah yang dibutuhkan sedangkan fasilitas yang dibutuhkan harus tersedia karena judulnya UNBK berbasis komputer. Jadi, harus tersedia di setiap sekolah yang melakukan ujian tersebut, maka dari itu setelah ada instruksi dari provinsi semua sekolah di seluruh Jawa Barat, SMK yang sederajat seharusnya pihak sekolah mau tidak mau dan mungkin para kepala sekolah harus mencari jalan keluar dan solusi apapun caranya bagaimana pun polanya. Intinya harus menjadi SMK mandiri,” katanya.

Untuk menjadi sekolah mandiri biasanya harus melalui tahapan akreditasi yang jumlah siswa biasanya harus di atas lima belas orang.

“Kecuali kalau SMK yang bergabung, yang habis masa klarifikasi atau belum akreditasi sama sekali sebagainya tetapi sekolah yang bersangkutan memakai kode tersendiri supaya hasil tidak tumpang tindih,” lanjutnya.

Untuk melaksanakan UNBK di SMKS Darul Mukminin pihaknya bersyukur berkat bantuan bantuan dari orang tua ataupun sumbangan-sumbangan dari luar lainnya yang bersentuhan, baik individu ataupun lembaga sehingga peralatan untuk melaksanakan UNBK di SMKS Darul Mukminin bisa dilaksanakan.

“Berharap dapat memajukan sekolah sesuai tujuan dan harapan bangsa ini menjadikan bangsa yang maju sesuai peruntukan juga sejalan dengan visi misi guru yaitu guru memiliki kejujuran propesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan anak didik masing-masing. Walau panduan yang kekurangan pola pemberian materi harus di nomor satukan,” pungkasnya. (Suradi).

3,855 kali dilihat, 20 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − five =

Tren