Connect with us

Organisasi

Guru dan Peserta Didik Terkena Banjir Bandang dan Longsor, PGRI dan Disdikbud Lebak Beri Bantuan

Published

on

LEBAK, EKSKUL NEWS – Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kabupaten Lebak dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak memberikan bantuan kepada anggota PGRI dan peserta didik yang terkena musibah banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Lebak. Bantuan tersebut berupa uang tunai bagi anggota PGRI yang rumahnya rusak, baik berat maupun ringan serta memberikan bantuan kebutuhan sekolah dari mulai seragam hingga alat tulis kantor (ATK) kepada 1.254 peserta didik SD, 1.253 peserta didik SMP, dan 140 peserta didik PAUD yang tersebar di lima kecamatan.

Bantuan diserahkan langsung oleh H. Wawan Ruswandi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan didampingi oleh Abdul Waseh, Sekretaris PGRI Kabupaten Lebak serta pengurus PGRI di SMPN 1 Cipanas pada Sabtu (25/1/2021).

Saat dikonfirmasi Ekskul News, H.Wawan Ruswandi usai pembagian bantuan menerangkan, kegiatan ini merupakan kegiatan kemanusiaan dari seluruh anggota PGRI dari berbagai wilayah serta keluarga besar Dinas Pendiidkan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak.

“Mudah-mudahan hal ini dapat membantu meringankan beban rekan rekan guru dan orang tua siswa-siswi yang terdampak banjir bandang dan longsor,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris sekaligus Kasatgas SRC PGRI Kabupaten Lebak, Abdul Waseh mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besara Dinas Pendidikan se-Provinsi Banten, anggota serta pengurus PGRI dari mulai tingkat ranting, cabang, hingga pusat.

“Juga seluruh donator dari A sampai Z atas donasi yang telah diberikannya, baik berupa uang maupun barang. Terima kasih juga kepada BPBD atas sinergitasnya, LPMP Provinsi Banten, dan Forkopimcam di setiap kecamatan terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak,” ucap Waseh.

Waseh berharap, mudah-mudahan solidaritas semuanya dapat meringankan beban dan menjadi pelipur lara saudara yang terkena bencana.

“Adapun bantuan yang saat ini kami berikan berupa uang tunai sebesar Rp. 7.500.000 buat yang rumahnya hanyut, Rp. 5.000.000yang rusak berat, Rp. 2.500.000 yang rusak sedang, dan Rp. 1.500.000,” terangnya.

Adapun kondisi rumah usai bencana, lanjut dia, ada 6 rumah yang hanyut, 14 rusak berat, 8 rusak sedang, dan 33 rumah rusak ringan.

“Totalnya ada 61 rumah yang terdampak. Adapun untuk siswa-siswi jumlahnya 2.447 peserta didik, dari mulai SD, SMP, dan PAUD. Tujuannya agar mereka dapat kembali bangkit,. Bantuan untuk siswa-siswi yang terdampak kami berikan bantuan berupa seragam, sepatu, hingga alat tulis kantor (ATK) dengan harapan agar anak-anak kita yang terdampak dapat segera mengikuti pelajaran,” lanjut dia.

Abdu meminta agar semua keluarga PGRI maupun siswa-siswi yang terkena musibah untuk selalu tabah, ikhlas, semangat, dan dapat kembali bangkit.

Program sosial tersebut ditanggapi positi oleh pihak sekolah, salah satunya guru SDN 2 Ciladaeun Kecamatan Lebakgedong. Guru tersebut rumahnya terbawa arus dan mendapatkan bantuan dari PGRI dan Disdikbud Kabupaten Lebak.

“Saya merasa senang dan menghaturkan banyak terima kasih kepada pengurus PGRI (Abdul Waseh/red) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak (Wawan Ruswandi/red ), serta para relawan. Mudah mudahan apa yang mereka sumbangkan kepada kami mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” tutupnya. (Rai Kusbini).

730 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − five =

Tren