Connect with us

Organisasi

Dindikbud Lebak Sosialisasikan Penyerapan BOS Afirmasi Bagi Seluruh Sekolah di Lebak

Published

on

LEBAK, EKSKUL NEWS – Bertempat di gedung PGRI Pasir Ona Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan kegiatan sosialisasi pengunaan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) Afirmasi tahun 2019 sesuai Permendikbud Nomor 13 Tahun 2019 kepada seluruh kepala sekolah dan operator, baik SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Lebak baik Negeri maupun swasta, Selasa (12/11/2019).

Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan agar pengunaan dan laporan dana BOS di Kabupaten Lebak semakin bagus sehingga akan berdampak kepada peningkatan mutu pendidikan yang semakin baik. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh kepala dinas yang diwakili oleh Abdul Malik selaku Sekretaris Dindikbud Kabupaten Lebak di dampinggi Abdul Waseh selaku Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar dan dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dan operatorSD dan SMP se-Kabupaten Lebak.

“BOS Afirmasi adalah program pemerintah pusat yang bertujuan untuk peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan yang dialokasikan untuk satuan pendidikan yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sedangkan bos kinerja adalah program pemerintah kepada satuan pendidikan sebagai apresiasi pemerintah bagi satuan pendidikan yang berkinerja baik dalam pengelolaannya,” papar Abdul Waseh.

Lanjutnya, BOS Afirmasi dan Kinerja diatur melalui Permendikbud nomor 31 tahun 2019 yang di dalamnya tertuang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah afirmasi maupun kinerja,di antaranya pemanfaatan langganan daya dan jasa serta pemanfaatan penyediaan alat pendukung akses rumah belajar dan yang lainnnya.

“Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan agar seluruh kepala sekolah sebagai pimpinan satuan pendidikan dalam tata kelolanya baik yang mendapatkan BOS Afirmasi maupun BOS Kinerja hendaknya membaca secara seksama dan menjalankan petunjuk teknis Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 sehingga tidak terjadi kesalahan baik dalam proses pengelolaan atau dalam proses pengadaannya yang harus dilaksanakan melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah),” terang dia.

Menurutnya, kepala sekolah harus cermat dalam melakukan proses pengadaan. Tidak boleh asal-asalan dan harus mengacu pada juknis dan harus berprinsif pada efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekolah SD untuk mengelola BOS Afirmasi dan Kinerja tersebut sehingga sekolah dapat merubah RKAS dan menindaklanjutinya sesuai kebutuhan dan melaksanakan pengadaan yang bebas dengan memperhatikan juknis Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019.

Sementara itu, Sekertaris Dindikbud Kabupaten Lebak, Abdul Malik berpesan agar kepala sekolah di Kabupaten Lebak agar selalu berpatokan kepada aturan yang ada dalam setiap mempergunakan dana BOS dan harus memahami aturan yang ada (Permendikbud).

“Saya berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi ini seluruh kepala sekolah di Lebak dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan terus meningkatkan mutu pendidikan serta dalam mempergunakan dana BOS selalu berpatokan kepada aturan yang ada. Saya berpesan agar kepala sekolah baik SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Lebak agar selalu rajin membaca aturan yang ada sehingga akan terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” pungkasnya. (Rai Kusbini).

3,532 kali dilihat, 20 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × one =

Tren