Connect with us

Sosok

Konselor dan Trainer, Mea Suherman : Pendidikan 4.0 Manifestasi Guru sebagai Tauladan

Published

on

GARUT, EKSKUL NEWS – Pendidikan adalah urat nadi sikap masa ke masa pergerakan generasi muda. Generasi muda di zaman modern serba canggih dan serba modern ini harus diikuti dan diimbangi dengan nilai-nilai sikap dan perbuatan yang mencerminkan pribadi yang tangguh dan religius. Mengapa demikian? Karena di era zaman now ini pendidikan tidak lagi mengedepankan teori semata, tetapi pemusatan pikiran, harapan, dan impian harus sudah mewujudkan kondisi sebenarnya ketika anak didik kita terjun meluncur ke dunia penuh manifestasi.

Pendidikan di era 4.0 ini merupakan manifestasi guru sebagai pendidik sudah saatnya menularkan nilai akhlak dan religius ketimbang sepenuhnya hanya memberikan materi semata ketika guru sebagai pendidik berada di depan mereka. Manifestasi ini bisa dijadikan ajang kekuatan sikap, perilaku, tatakrama bahkan perbuatan ia sehari hari di kala mereka berinteraksi dengan orang lain. Di sinilah peran guru sebagai pendidik bahkan sebagai orang tua akan dikatakan berhasil jika mereka berada di tengah-tengah perbedaan mereka bisa menyisihkan nilai keagamaan yang kuat, sopan santun yang adem, serta perilaku yang mencairkan panasnya persaingan akhlak.

Guru sebagai pendidik adalah contoh yang kuat, karena mereka akan lebih mentaati guru – gurunya ketimbang orang-orang yang ada di rumahnya. Guru merupakan sosok tauladan yang nyata bagi anak didiknya. Pendidikan era sekarang bukan lagi seorang guru terpusat kepada segudang administrasi pembelajaran, tetapi bagaimana bisa dekat dengan mereka, dengan kedekatan pendidik, maka segala permasalahan mereka akan mudah terselesaikan.

Guru seharusnya di era 4.0 ini adalah bisa menjadikan sebuah permasalahan menjadi peluang untuk mengembangkan potensi yang tersimpan pada setiap peserta didiknya. Bimbingan dan arahan seorang guru akan menjadikan bekal di kemudian hari, salah satunya ialah :

1. Administrasi bukan lagi sebagai rujukan utama dan tidak menjadi beban seorang pendidik.
2. Seorang guru sebagai pendidik harus menciptakan rasa damai, tenang, tentram kelas, dan penghuni kelasnya.
3. Seorang guru sebagai pendidik lebih menanamkan nilai keagamaan dikala penyampaian materi baik di kelas ataupun di luar kelas.
4. Guru sebagai pendidik harus sudah mulai menyadari bahwa tugasnya adalah sebagai tugas yang paling mulia dan terhormat
5. Guru sebagai pendidik harus memiliki inovasi, kreas, bahkan kolaborasi dengan guru lain.
6. Guru sebagai pendidik memiliki kepekaan dalam berbagai hal .

Zaman akan terus berkembang. Teknologi akan terus berpengaruh, perkembangan kemodernisasian tidak akan bisa ditinggalkan, melainkan kita harus bisa mengikutinya. Administrasi pembelajaran tidak bisa ditinggalkan, tetapi administrasi pembelajaran harus bisa menjadi sebagai alat pengembangan pemikiran kita sebagai guru. Yang membuat administrasi adalah guru, tentunya gurunya sendirilah yang harus lebih mampu mengembangkan pembelajaran mau seperti apa, mau bagaimana, bahkan mau di mana.
Bukan berarti harus meninggalkan administrasi pembelajaran, tetapi kita jangan dibebani oleh hal tersebut. Kita harus berani melangkah untuk maju , beda dan harus bisa keluar dari kebiasaan yang membelenggu diri kita. Mulailah buka diri kita demi kemajuan pendidikan dan akhlak masa yang akan datang.

Pendidikan bukanlah hanya tangung jawab diri kita, melainkan tanggung jawab bersama. (RIYADI).

1,348 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 7 =

Tren