Connect with us

Prestasi

Pusaka Kujang Kancana Sang Juara Jawa Barat

Published

on

SUKABUMI, EKSUL NEWS – Kontingen Jawa Barat menampilkan pentas seni bertajuk Kisah Pusaka Kujang Kancana yang menghantarkan menjadi juara umum pada gelaran Parade Pencak Silat Nusantara ke-1 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Minggu (3/11/19).

Konsep panitia pusat TMII telah mempunyai ide untuk mengemas seni beladiri pencak silat menjadi suguhan pergelaran dengan warna dan kreasi baru. Gerakan mengunci bela diri kolaborasi musik penyaji (penata iringan) dan busana (penyaji rias) ditampilkan kontingen Jawa Barat ini merupakan penyaji terbaik di pentas tersebut sehingga mendapat thropy bergilir TMII dan piala dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan  Kebudayaan serta uang pembinaan sebesar Rp10 juta rupiah

Kasi Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Toto Sugiarto mengatakan, untuk sementara kontingen Jawa Barat gabungan antar paguron.

” Anggota silat dari padepokan Sari Oneng Parakansalak (Perguruan Pencak Silat Sari Oneng), Gelar Pusaka Siliwangi Ciambar, Cicurug, Kujang Kancana Cisolok. Total pesilat 9 orang. 4 pelajar dan 5 guru. Nayaga dari Sanggar Seni Gapura Emas Nagrak,” katanya.

Lanjut Kasi, mengingat waktu itu sangat mepet sekali dan infonya mendadak sehingga proses latihan pun sampai larut malam.

“Info sekitar kurang dari dua minggu kemasan ini bukan pencak silat biasa di mana di dalamnya harus ada konsep garap yang berakar dari pencak silat. Saya kemas dengan berbagai adegan peristiwa dramatik ditambah musik yang berbeda kemudian rias busana yang harus ditata dengan kreasi,” terang Toto.

Tema fenomenal ini Jawa Barat memperoleh tiga penghargaan, yakni penyaji unggulan, penyaji penata iringan terbaik, serta penyaji rias dan busana terbaik sehingga menghantarkan juara umum.

Sementara salah satu dari kontingen Jawa Barat, Nizar Muhammad Ersyad menyampaikan dirinya beserta anggota sangat terharu dan bangga bisa menjadi juara umum pada pentas ini.

“Terharu dan bangga bisa ikut andil bagian dalam tim pencak silat Jawa Barat yang mewakili provinsi ke tingkat nasional,” ucapnya.

Harapan Nizar yang kebetulan seorang guru pengajar SDN 1 Balandongan Parakansalak, semoga tahun berikutnya bisa ikut berkontribusi kembali. dan bisa mempertahankan gelar juara. (Dev).

930 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 15 =

Tren