Connect with us

Sekolahku

Sebagai Alumni, Fadli Zon Beri Motivasi kepada Peserta LDKS SMPN 1 Megamendung

Published

on

Fadli Zon saat memberikan materi yang berisi motivasi kepada para peserta LDKS.

BOGOR, EKSKUL NEWS – Dengan mengangkat tema “Menyiapkan pemimpin yang santun, berkakhlak mulia , dan amanah” SMPN 1 Megamendung bersama SMK Amerta Megamendung menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 2019 yang dilaksanakan pada 16-17 Oktober 2019 di The Paseban Resort, Megamendung, Bogor. Di LDKS tahun ini ada yang menarik, pasalnya Fadli Zon sebagai tokoh nasional ikut memberikan materi yang berisi motivasi-motivasi kepada para peserta LDKS. Perlu diketahui, Fadli Zon merupakan alumni dari SMPN 1 Megamendung yang sebelumnya bernama SMPN 1 Cisarua.

Kepala SMPN 1 Megamendung, Yusuf, S. Pd., M.M. menerangkan bahwa kegiatan LDKS ini merupakan program tahunan kesiswaan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan.

“Ini dalam rangka melatih kepemimpinan supaya anak-anak saat terjun ke masyarakat menjadi wibawa. Tadi kalau kita simak dari bahasa Pa Fadli, ada wibawa ada perbawa. Kalau perbawa itu dari bakat, dari azali. Ketika dilihat, orang itu sudah hormat, tetapi kalau wibawa itu dari pendidikan, pelatihan, dan dibentuk. Perbawa fitrah dari Allah, kalau wibawa harus dididik, dilatih, dan dibentuk,” ucap Yusuf.

Selain menanamkan nilai kepemimpinan, LDKS ini juga dalam rangka menanamkan kedisiplinan, percaya diri, dan membentuk karakter.

“Karakter sekarang itu mudah menyerah, mudah putus asa. Makanya digabung juga dengan kepramukaan. Kepramukaan kan memiliki daya juang yang kuat. Intinya ini bagian dari kawah candradimuka untuk melatih anak. Kegiatan ini untuk membentuk juga karakter tidak mudah menyerah. Kalau jatuh 10 kali, berarti harus bangkit 11 kali,” tuturnya.

Yusuf berharap, dari kegiatan LDKS ini dapat memberikan dampak positif, meningkatkan daya juang pelajar, mengurangi kenakalan, dan ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan.

“Semoga dari kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, bertanggung jawab, berintegritas, dan berakhlak mulia,” harapnya.

Sebagai alumni, Fadli Zon merasa senang melihat perkembangan almamaternya yang dinamis. Ia juga menilai kegiatan ini sangat positif dan menjadi wadah untuk membentuk pemimpin-pemimpin selanjutnya.

“Saya senang SMPN 1 Megamendung menjadi tempat yang cukup dinamis. Di sekolah ini juga banyak ekstrakurikulernya. Ekstrakurikuler sangat penting untuk bisa melatih dan mengembangkan diri, misalnya yang suka menyanyi bisa ikut menyanyi, yang suka puisi bisa ikut puisi, yang suka olahraga bisa olahraga, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Seingat dirinya, dulu SMPN 1 Megamendung setiap tahun selalu ada perlombaan, mulai dari menulis puisi, pidato, cerdas cermat, bahkan debat.

“Saya belajar debat dari SMP. Dalam debat kita harus mempunyai argumentasi yang kuat, harus mempersiapkan diri dan data. Persiapan itu sangat penting. Ada pepatah mengatakan, kemenangan itu pasti harus mensyaratkan sebuah persiapan yang matang,” lanjutnya seraya mengenang masa putih birunya.

Bicara soal kepemimpinan, Fadli Zon berpendapat bahwa kepemimpinan itu selain juga bisa karena bakat, bisa juga karena tempaan di dalam organisasi. Pemimpin lahir dari sebuah organisasi, tidak mungkin pemimpin itu sendirian. Ia harus bekerja sama dan mengatur yang dipimpinnya.

“Ada orang yang pendiam, ada orang yang banyak ngomong, dan macam-macam karakter lainnya. Di situlah pemimpin melakukan pendekatan-pendekatan, manajemen, dan kerja sama sehingga akhirnya dia bisa diikuti,” tambahnya.

Pemimpin harus mampu membawa pengikut-pengikutnya dari satu tempat A ke tempat B. Satu tujuan A harus ditempuh dengan berbagai cara di dalam berorganisasi, seperti dalam organisasi Pramuka, OSIS, atau pun yang lainnya.

“Jadi, pada dasarnya organisasi itu penempa seorang pemimpin, karena itu akan diuji di awal bagaimana ia disukai atau tidak dengan teman-temannya. Apakah ia seorang pemimpin yang adil, atau hanya pemimpin yang suka dengan orang tertentu, tetapi tidak bisa membagi tugas kepada yang lain. Pemimpin itu harus bisa memberikan yang sama kepada yang dipimpinnya. Harus bisa juga memberikan saran-saran ketika organisasi itu harus mengambil keputusan. Pemimpin harus berani mengambil keputusan. Walaupun setiap keputusan selalu ada pro-kontra dan resikonya, pemimpin harus mampu menghadapinya,” jelas Fadli Zon.

Di kalangan pelajar, Fadli menilai organisasi sangat penting untuk diikuti. Menurutnya, dari dulu yang memimpin Indonesia menuju kesadaran itu adalah kaum terpelajar.

“Kalau kita ingat lagi dulu, Budi Utomo itu adalah para pelajar. Selain itu, Sumpah Pemuda juga adalah orang-orang pelajar dan pemuda serta mahasiswa. Pada umumnya, pelajar-pelajar itu mempunyai idealisme yang tinggi dan jiwa kepeloporan yang tinggi. Jadi, memang kepemimpinan harus mulai dilatih dari sejak pelajar,” kata alumni SMPN 1 Megamendung itu.

Selain Fadli Zon, hadir pula Ricky Kurniawan (adiknya) yang turut memberikan motivasi juga kepada para peserta LDKS. Tentunya, peserta LDKS merasa termotivasi dengan hadirnya tokoh nasional. Mereka merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan tentunya harus diimplementasikan dalam kehidupan.

Fadli Zon dan Ricky Kurniawan foto bersama dengan para guru dan peserta LDKS.

Wakasek Kesiswaan SMPN 1 Megamendung, Endang Sugiaharti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semua ini berkat kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga para peserta dapat menjadi pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik di negeri ini,” pungkasnya, Jumat (18/9/2019). (MHT).

2,529 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 2 =

Tren