Connect with us

Kegiatan

Menumbuhkan Cinta Pertanian Sejak Dini melalui Edukasi Pertanian

Published

on

GARUT, EKSKUL NEWS – Ribuan anak SD memadati tempat dilangsungkannya acara Field Day Edukasi Pertanian di daerah Marga Mulya Cikandang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Selasa (15/10/2019). Mereka berasal dari 15 SD se-Cikajang dan 3 SD dari Cisurupan.

Acara yang dibuka oleh Bupati Garut H. Rudi Gunawan diikuti oleh 2000 siswa SD, mereka sangat antusias dan merasa senang karena selain disuguhi kesenian Jaipong serta penampilan wayang cilik, mereka juga mendapatkan hadiah hiburan dari Bupati Garut.

Hadir dalam acara tersebut Dandim 0611/Garut, Kadisdik Garut, Kepala Bank Jabar cabang Garut, Kabid SD, Danramil Cikajang, Kapolsek, Camat Cikajang dan Camat Cisurupan.

Kepala Dinas Pertanian Garut Ir.Beni Yoga mengatakan bahwa acara ini sangat mengedukasi anak-anak terutama anak SD untuk tidak malu dan mau mencintai pertanian.

“Satu yang ingin kami sampaikan bahwa selama ini yang menjadi kendala di bidang pembangunan pertanian adalah minat petani muda terhadap sektor pertanian sudah mulai berkurang. Nah, dengan kondisi seperti itu kami ingin menggagas, menggugah, dan menghimbau serta menumbuhkan kembali rasa cinta kepada pertanian terutama pada anak-anak yang dimulai dari SD dulu sehingga mereka tumbuh kesadaran dan tumbuh ketertarikan untuk masuk ke dunia pertanian kita ingin menjelaskan ke mereka dari sejak dini bahwa sektor pertanian ini merupakan sektor yang secara ekonomis masih bisa digeluti dan tidak harus bobolokot kotor. Artinya dengan menegakkan dunia pertanian ke mereka mudah-mudahan ke depannya siapa tahu kita menyiapkan generasi penerus petani yang tangguh dan handal tentunya,” jelas Beni.

Masih dikatakan Kadistan Garut, pihaknya sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin dan tahun depan akan mencoba di beberapa lokasi untuk mulai menciptakan sekolah lapang terkait dengan edukasi pertanian dan pendidikan konservasi.

“Kita tahu Garut kalau melihat kondisi secara keseluruhan sangat memungkinkan karena kita daerah konservasi, daerah yang rawan banjir, rawan longsor, serta rawan bencana sehingga kalau tidak kita tangani dan kita tidak mulai adakan edukasi sejak dini saya kira ini ke depan juga akan sangat menbahayakan untuk Kabupaten Garut dari sisi resiko bencana. Maka dari itu, ini salah satu pemberian edukasi kita ke seluruh anak-anak terutama untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan yang ada di Kabupaten Garut,” pungkasnya. (Oki/Suradi).

1,671 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 1 =

Tren