Connect with us

Ekskul

Bentuk Karakter, SMA PGRI Ciawi Gelar Kenaikan Tingkat Pramuka

Published

on

BOGOR, BERITA EKSKUL – Pramuka Penegak adalah anggota Gerakan Pramuka yang sudah memulai jenjang berumur 16-20 tahun. Ada beberapa tingkatan dalam Pramuka Penegak, yaitu Pramuka Penegak Bantara, dan Pramuka Penegak Laksana. Selain itu, ada tingkatan yang paling tinggi yang disebut dengan Pramuka Penegak Garuda.

Di golongan Pramuka Penegak termasuk satuan yang disebut sangga, terdiri dari 4-8 orang Penegak. Setiap keseluruhan sangga dihimpun di sebuah ambalan yang dipimpin oleh seorang Pradana. Di SMA PGRI Ciawai Ada Pramuka Penegak yang dihimpun di Ambalan Kp. Tb. Muslihat dan Dewi Sartika.

Pada Minggu (6/10/2019), Pramuka SMA PGRI Ciawi menggelar kenaikan tingkat Pramuka Penegak Bantara. Kenaikan tingkat ini berlangsung selama 2 hari, mulai dari 7 hingga 8 Oktober. Lokasi pelaksanaan tersebut berada di Bumi Perkemahan Baru Bolang, Pasir Muncang. Jumlah peserta yang dilantik menjadi Pramuka Penegak Bantara sebanyak 5 orang, terdiri dari 1 orang putra dan 4 orang putri.

“Kegiatan pelantikan Penegak Bantara ini bersamaan dengan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) dan kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dimulai dari hari Sabtu pagi para peserta berjalan kaki sekitar 3 kilo meter ke tempat pelayaran,” terangn Siti Jahro Mahmidah, Dewan Ambalan.

Sebagai pembina putri Ambalan Dewi Sartika, Siti Mutia Rahmah menerima semoga semua yang ikut kegiatan ini untuk anggota baru atau anggota penegak yang telah dilantik menjadi Penegak Bantara yang berhasil kembali di Pramuka SMA PGRI Ciawi.

“Semoga para peserta pelantikan Penegak Bantara dapat membantunya lebih baik, jadi tidak bisa mendapatkan TKU Bantara yang lalu ditempel saja, namun juga harus bisa mengamalkan segala sesuatu yang harus diperoleh dari Penegak Bantara itu sendiri. Selain itu, semoga peserta yang ingin ikut di Program ini dapat mengaktifkan kembali program-program kerja yang ada di ambalan, serta semoga semua peserta menjadi semakin mandiri, “harapnya.

Sementara itu, Maulana Yubi sebagai pembina putra memohon maaf jika selama kegiatan ada tutur kata yang kurang baik.

“Semua pelaksanaan kegiatan ini semata-mata untuk membentuk karakter dan mental kamu (peserta pelantikan) agar sekuat baja,” pungkasnya. (Fajrin Pratama).

6,712 kali dilihat, 18 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − three =

Tren