Connect with us

Prestasi

Dua Pelajar Asal SMAN 1 Cisarua Buat Harum Sekolah

Published

on

Foto bersama antara peserta dan pembimbing usai pembagian piala, Rabu (28/8/2019).

BOGOR, EKSKUL NEWS – Dalam Pasanggiri Bahasa, Sastra, Aksara, dan Kesenian Daerah Sunda tingkat SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, dua pelajar asal SMAN 1 Cisarua Bogor akhirnya berhasil menorehkan prestasi lomba dongeng dan lomba sajak. Dua pelajar tersebut adalah Jujun Junaedi (juara 1 lomba dongeng) dan Puteri Salsabilla Aisha (juara 3 lomba sajak), Rabu (28/8/2019).

Menurut Wakasek Kesiswaan Dede Syaefudin, sebetulnya siswa-siswi yang dikirimkan lomba itu 9 orang, diantaranya Dzikri Rahmawan (lomba sajak), Puteri Salsabila Aisha (lomba sajak), Jujun Junaedi (lomba dongeng), Queen Latifah (lomba dongeng), Muhammad Tirta Nudira (lomba aksara Sunda), Natalia Cahyani Taulana (lomba aksara Sunda),Nova Adisha Nurhalipah (lomba kawih), Saqina Nezsya Febrian (lomba pupuh), dan Tri Puspa Arilia (lomba biantara).

“Pertama saya ucapkan puji syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kepercayaan dan kesempatan kepada siswa-siswi SMAN 1 Cisarua unutk berprestasi. Terima kasih juga kepada kepala sekolah yang selalu mendukung kegiatan kesiswaan dan prestasi anak. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para pembimbing yang selalu semangat dari mulai persiapan hingga menorehkan prestasi. Semoga hasil ini bisa menjadi motivasi buat Jujun sebagai juara 1 dongeng dan Puteri sebagai juara 3 sajak. Kedepannya semoga lebih baik lagi. Insya Allah dari sekolah pun sesuai komitmen akan memberikan apresiasi kepada mereka dan kepada pembimbing lomba,” ungkap Dede, Rabu (28/8/2019).

Sementara itu, guru Bahasa Sunda Elsi Juliar yang sekaligus menjadi pembimbing lomba mengatakan bahwa sebetulnya dirinya tidak menyangka akan menjadi juara karena dilihat dari proses lombanya, Jujun yang sekarang menjadi juara 1 banyak kesalahannya. Bahkan di tengah-tengah mendongeng hingga akhir sudah habis tenaganya dalam mendongeng.

“Tapi saya optimis saja kepada Jujun. Jujun memiliki ekspresi yang mantul. Menurut saya itu yang menjadi nilai plus bagi Jujun,” terangnya.

Sebagai sang juara, Jujun Junaedi merasa bersyukur atas perolehan prestasinya. Ia merasa bahagia karena telah membawa nama harum sekolahnya di tingkat kabupaten dan nantinya akan dilanjutkan ke tingkat provinsi.

“Terima kasih kepada semuanya yang sudah mendo’akan dan memberikan dukungan kepada saya terutama kepada guru-guru SMAN 1 Cisarua yang telah selalu memberikan saran dan motivasi kepada saya. Saya hanya sebatas manusia biasa. Hakikatnya ini semua dari Allah. Saya sangat bersyukur dengan prestasi ini,” ucap Jujun.

Lanjut Jujun, sebagai orang Sunda sudah seharusnya bisa mendongeng.

“Jati diri orang Sunda harus memang harus bosa mendongeng,” lanjutnya.

Hal senada juga dikatan Puteri yang menjadi juara 3 lomba sajak, ia merasa bangga bisa membawa nama baik SMAN 1 Cisarua di tingkat Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah saya bisa mengukir prestasi ini walaupun meraih juara 3, tapi saya selalu bersyukur dengan nikmat ini. Ketika diumumkan, ada senangnya dan ada sedihnya. Saya juga kaget karena dari awal sudah down, soalnya peserta lain bagus banget,” tutur Puteri.

Menurut Puteri, keberhasilan ini adalah anugerah yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Selain itu, prestasi ini juga adalah hasil dari bimbingan guru-guru selama latihan.

“Terima kasih kepada orang tua yang sudah memberikan izin kepada saya untuk mengikuti lomba. Tidak hanya itu, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing saya selama latihan, seperti Pa Ridwan, Bu Elsi, Kang Faisal, dan Bu Wiwi. Selain itu, terima kasih juga untuk orang-orang terdekat Puteri, soalnya mereka sudah membuat Puteri kuat banget,” pungkasnya. (MHT)

2,247 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Uchan

    29 Agustus 2019 at 6:19 pm

    Alhamdulillah..salut untuk SMANCIS yg semakin hebat abis

  2. Orangdong

    30 Agustus 2019 at 9:14 pm

    Adi aing Adi aing

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 15 =

Tren