Connect with us

Organisasi

Dindikbud Lebak Buka Workshop Sekolah Penyelenggara Inklusif di SMPN 8 Rangkasbitung Bersama Kemendikbud RI

Published

on

LEBAK, EKSKUL NEWS – Bertempat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Rangkasbitung,Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak mengadakan workshop dan sosialisasi tentang Sekolah Inklusif dan Peningkatan Kapasitas Guru di salah satu Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SMPN 8 Rangkasbitung) pada 23 hingga 25 Agustus 2019.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dindikbud Kabupaten Lebak yang di wakili oleh Sekertaris Dinas,Imam Suangsa dan diikuti oleh 8 dari 55 sekolah yang menjadi Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) se-Kabupaten Lebak Banten dari mulai SD, SMP, hingga SMA. Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Muhammad Arif Taboer selaku Instruktur Nasional dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Imam Suangsa mengatakan, Dindikbud Kabupaten Lebak sangat menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop serta peningkatan kapasitas guru yang diselenggarakan di SMPN 8 Rangkasbitung.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan workshop ini, kami (Dindikbud Lebak) sangat mengapresiasi, karena diharapkan akan menjadi langkah awal demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Lebak, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Terlebih saat ini beberapa sekolah di Kabupaten Lebak dari mulai tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Lebak sedang melakukan terobosan dengan mengadakan sekolah inklusif (anak berkebutuhan khusus) sesuai UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Permendiknas No. 70 Tahun 2009 serta Perbub No. 74 Tahun 2014 yang di pelopori oleh SMPN 8 Rangkasbitung,” paparnya.

Lebih lanjut Imam Suangsa menjelaskan, karena anak berkebutuhan khusus pun mempunyai hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dari berbagai jenjang. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi bagi kepala sekolah dan guru sehingga meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekolah inklusif.

“Dengan diselenggarakannya program sekolah inklusif di beberapa sekolah di Kabupaten Lebak, dapat memberikan akses layanan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus,”¬†lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMPN 8 Rangkasbitung, Aan Iskandar salah satu pelopor sekolah penyelenggara inklusif sekaligus Ketua Pokja Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) di Kabupaten Lebak.

“Saya atas nama SMPN 8 Rangkasbitung dan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif lainnya sangat berterima kasih kepada pemerintah baik Kementrian Pendidikan RI, Dindikbud Provinsi Banten,¬† maupun Dindikbud Kabupaten Lebak karena sudah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan workshop dan peningkatan kapasitas guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif,” ungkap Aan.

Aan menerangkan, di Kabupaten Lebak sendiri perkembangan sekolah penyelenggara inklusif cukup pesat. Sejak dirintis dari tahum 2015 hingga saat ini sekolah yang menyelenggarakan sekolah inklusif kurang lebih 50 sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang tersebar di seluruh Kabupaten Lebak.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini menjadi langkah awal dan agen segar bagi sekolah penyelenggara inklusif, bukan saja dari mutu pendidikannya, akan tetapi tenaga pendidiknya pun akan terus meningkat serta dapat segera di SK kan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, sehingga pendidikan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif di Kabupaten Lebak dapat berjalan sesuai harapan bersama,” pungkasnya. (Rai Kusbini)

Editor : MHT

2,445 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + fourteen =

Tren