Connect with us

Kegiatan

Siswa Berhamburan Keluar Teriaki Gempa dengan Panik

Published

on

Simulasi sekolah aman bencana oleh BPBD Kota Cimahi.

CIMAHI, EKSKUL NEWS – Kepanikan dan teriakan tampak terlihat dan terdengar jelas, hampir semua siswa dan guru keluar dari ruang kelas. Ambulan datang berkali-kali menjemput beberapa siswa yang terkena reruntuhan bangunan, sehingga keadaan semakin kacau dilihat. Hal ini terjadi karena gempa sedang menghampiri di lingkungan SMPN 10 Cimahi. Gelak tawa, riang, dan senang dilakukan seluruh siswa yang sedang mengikuti acara kegiatan simulasi bencana oleh BPBD Kota Cimahi, Kamis (22/8/2019)

Kegiatan aman bencana sekolah madrasah ini merupakan kegiatan yang ketiga harinya digelar, yang sudah memasuki babak akhir. Kegiatan yang dirasa banyak memberikan warna baru serta pembelajaran ini mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah, Ade Suradi Humas SMPN 10 Cimahi.

“Ini merupakan progam kegiatan dari BPBD Kota Cimahi dan alhamdulilah SMPN 10 terpilih menjadi pilot project untuk kegiatan aman bencana,” terangnya.

Lanjut Ade, pihaknya menyambut baik karena kegiatan ini sangat positif untuk dilakukan di sekolah dan masyarakat secara umum khususnya bagi siswanya.

“Jika bencana itu terjadi, maka kami sudah siap siaga dengan bencana tersebut,” tandasnya.

Antusias siswa dalam simulasi bencana ini sangat bersemangat dalam mengikuti simulasi yang diarahkan oleh relawan FPRB Kelurahan Cibabat.

“Kegiatan ini harus ada tindak lanjutnya, agar apa yang telah didapat ilmu kesiapsiagaan bencana tidak akan hilang begitu saja. Minimal satu semester 2 kali simulasi kegiatan,” cetus Ade.

“Seru dan banyak manfaatnya, jadi lebih tahu kalau terjadi bencana harus berlindung di mana dan jangan panik. Alhamdulilah¬†seneng sekali dan berharap sering diadakan,” ucap Muhammad Rafa siswa kelas 8A.

Di tempat yang sama, Nanang selaku karlak BPBD Kota Cimahi mengatakan, jika kegiatan sekolah madrasah aman bencana ini sudah dilakukan kerja samanya bersama kemendisdik dan berharap terus berkesinambungan untuk dilakukan di sekolah-sekolah.

“Kami tidak bisa sendiri, oleh karenanya kami harus dibantu tim dari relawan FPRB kota maupun kelurahan masing-masing. Mengingat keberadaan BPBD Kota Cimahi baru 3 tahun, jadi kami masih banyak keterbatasan,” tutur Rezza, kasie penanggulangan resiko bencana.

Lanjut Rezza, agar penjelasan kebencanaan dapat diketahui oleh masyarakat Cimahi umumnya, maka ia sarankan agar para siswa untuk mengecek webnya di spab.kemendikbud.co.id terkait sekolah pendidikan aman bencana.

Laporan : Hermawan

3,598 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 10 =

Tren