Connect with us

Kegiatan

HUT RI 74, Ustadz Ruchijat Tingkatkan Bentuk Syukur

Published

on

SUKABUMI, EKSKUL NEWS – Di seluruh negeri ini, semua memeriahkan HUT RI (Hari Ulang Tahun Republik Indonesia) yang ke- 74. Dengan suka cita dan penuh penghormatan kepada pahlawan-pahlawan bangsa ini. Dari Istana Presiden sampai ke pelosok desa. Indonesia itu hebat dan akan tetap unggul.

Di tengah hingar bingarnya kehidupan yang serba modern dan serba sistem aplikasi smartphone, adalah rahmat dan anugerah bagi kita semua karena masih banyak yang terus menumbuhkembangkan pelajaran-pelajaran agama. Salah satunya Ust. Ruchijat terus konsisten menanamkan dan mengenalkan nilai-nilai agama sejak dini pada anak-anak di sekitar wilayahnya.

“Bagaimana pun ini tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan mendidik generasi kita ini. Kebetulan, Insha Allah kami di sini Pondok Pesantren Daarul Aulaad
Kp. Margaluyu RT 05/04 Desa Cimaja Kecamatan Cikakak diamanahkan sama para orang tuanya untuk sama-sama belajar ngaji. Secara syariat mungkin saya yang mengajari anak-anak ngaji dan belajar baca tulis Alquran serta menghafal surat-surat pendek dalam Alquran serta hadist-hadist, sesuai tingkat usia mereka. Tapi sesungguhnya sayalah yang belajar dari anak-anak didik saya. Belajar sabar, belajar lebih mengerti, belajar banyak hal yang Allah kasih lewat mereka. Kami semua berharap semoga anak-anak dari sejak dini terus ditingkatkan pelajaran-pelajaran agama dengan baik dan benar,” katanya, Rabu (21/8/2019).

Lanjutnya, kalau bukan kita siapa lagi yang akan menyelamatkan generasi bangsa ini, terutama nilai-nilai agama, akhlak atau budi pekerti sebagai benteng dasar yang harus kuat dari hentakan-hentakan zaman yang terus melaju cepat.

Menurutnya, mengaji itu merupakan bentuk syukur dalam mengisi kemerdekaan ini.

“HUT RI yang ke- 74 ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan terus meningkatkan pendidikan agama pada generasi muda di luar jam-jam sekolah. Dan kita mesti bersyukur pula bahwa bangsa Indonesia sampai hari ini masih berdaulat, walau di tengah-ditengah perjalanan usia negara kita ini mengalami proses yang bisa dikatakan rumit. Baik yang sifatnya intern maupun ekstern. Namun semua itu merupakan proses pendewasaan menuju bangsa yang lebih dewasa dalam arti, bijak dalam
mengambil langkah-langkah ke depan dalam mengaplikasikan berbagai hal yang mencakup IPOLEKSOSBUDHANKAM,” lanjutnya.

Dengan HUT RI yang ke- 74 ini, sebagai warga negara bangsa Indonesia harus bisa lebih berfikir positif, meningkatkan karya, memajukan kreativitas dan jangan berhenti berinovasi agar ke depan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar yang diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain.

“Mudah-mudahan dalam rangka mengisi kemerdekaan ini bangsa kita tidak terjebak hanya dalam kegembiraan seremonial (eporia) dalam kemasan klasik. Tapi harus mampu mengisi dengan hal-hal yang bisa membangkitkan jiwa nasionalisme yang dikemas dengan ramuan religi agar segala tingkah atau aktivitas senantiasa ada dalam ridho Allah SWT,” pesannya.

Bersyukur atas nikmat kemerdekaan jangan sampai menjadi kufur nikmat, karena syukur itu adalah “ijro ul a’dho fii marfhotillahi” memberjalankan seluruh aset dari Allah kepada hal yang di ridhoi Nya.

“Wallahu a’lam,” singkatnya.

Laporan : Rs

825 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × three =

Tren