Connect with us

Organisasi

Komunitas 396 Bagi-Bagi Qurban

Published

on

GARUT, EKSKUL NEWS – Idul Adha 1440 H ini adalah merupakan tahun ke-5 bagi komunitas 396 Garut untuk berbagi hewan kurban.

Sebanyak tiga ekor domba dibagikan kepada penerima dan santunan berupa uang yang ditebarkan oleh komunitas 396, Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang dirancang dan dilakukan oleh komunitas 396 dimana para anggotanya adalah para alumni SMPN 3 Garut angkatan ’96.

Koordinator kegiatan tersebut Muhamad Iqbal menyampaikan kepada awak media, Sabtu (10/8/2019).

Bahwa untuk tahun sekarang, sasaran penerima hewan qurban dan santunan dibagi ke dalam tiga kategori. Kategori pertama diambil dari lingkungan komunitas yang terdekat,yang kedua dari lingkungan masyarakat dan yang ketiga dari lingkungan para ustad yang selalu melakukan aktifitasnya kesehariannya sebagai guru ngaji.

Adapun untuk penerima santunan hewan qurban tahun ini adalah saudara Enjang warga Jalan Gunung Kasur RT 05 RW 11 Kelurahan Kota Kulon, Ustad Aef Saefulrohman warga Kampung Cibolerang RT 02 RW 10, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, serta Husen warga Kampung Sukaregang Pasantren, Garut.

Sedangkan untuk penerima santunan berupa uang yakni ibu Titing Tamamah warga Kampung Cimasuk, RT 01 RW 07, Desa Suci dan bapak Dayat, warga Jalan Bratayudha, Sukadana, Kota Kulon.

Lebih lanjut Iqbal pun menerangkan,untuk proses mendapatkan santunan hewan kurban tidaklah mudah.

“Bahwa kmi harus melalui proses pengajuan dulu serta survei, lalu dimusyawarahkan sebelum akhirnya ditentukan siapa siapa yang berhak penerima santunan hewan kurban,” katanya.

Untuk Donasi Iqbal pun mengatakan bahwa Donasi yang diperoleh berasal yang pertama dari komunitas 396, rekanan alumuni Civic Hukum UPI angkatan 99, dan dari sumber lain yang tidak terbatas yang selalu berkontribusi pada kegiatan tahunan komunitas ini.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan bisa mengajak kepada masyarakat bahwa ibadah kurban selain untuk mengukuhkan ajaran Nabi Ibrahim mengenai tingkat keimanan dan keyakinan serta ketauhidan, juga sekaligus memupuk rasa solidaritas sosial yang dibalut dalam nilai-nilai spiritualitas”Sehingga nilai saling berbagi dan peduli akan lingkungan sosial di sekitar semakin terpupuk dengan erat (social project responsibility),” pungkas Iqbal

Laporan :Oki/Suradi

670 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × one =

Tren