Connect with us

Sekolahku

Kenali Diri Siswa melalui MPLS

Published

on

GARUT, EKSKUL NEWS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Masa orientasi lazim dijumpai di tingkat SMP dan SMA.

MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Pada kebanyakan sekolah, biasanya MPLS sepenuhnya dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas, asisten dan pemantau kegiatan selama MPLS berlangsung. Di sekolah tertentu, terkadang MPLS hanya dilaksanakan oleh pihak guru dan kepala sekolah saja, baik dengan atau tanpa bantuan keterlibatan kelompok OSIS.

Untuk MPLS SMA bertujuan selain membuka wawasan remaja memasuki jenjang pendidikan menengah.

Dimulai Hari Senin, 15 Juli 2019 sampai selesai secara serentak seluruh SMA di kabupaten Garut yang berjumlah 122 sekolah yang berada di lingkungan kerja Cabang Dinas Wilayah XI Disdik Prov. Jabar menyelenggarakan Upacara Pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah(MPLS).

Drs. H. Cecep R. Rusdaya, M.M.Pd. selaku Kepala SMAN 15 Garut, yang sekaligus sebagai Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA KCD XI, menjelaskan bahwa tujuan MPLS yaitu, mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi dan semangat belajar efektif bagi siswa baru, mengembangkan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah lainya, serta menumbuhkan perilaku positif dalam diri siswa.

“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kegiatan dimana yang di dalamnya terdapat berbagai materi, sepeti “Arah kebijaan pendidikan menengah; Wawasan Wiyatamandala; tata cara belajar yang efektif; etika sopan santun dan pembinaan kerohanian serta acara keorganisasian, kesenian, olahraga; baris berbaris atau ekskul lainnya yang ditampilkan oleh Unit Kegiatan Siswa sebagai ajang untuk memperkenalkan dan memperoleh anggota baru” jelasnya.

Peseta MPLS di SMAN 15 Garut sendiri diikuti oleh sebanyak 432 siswa yang terbagi ke dalam 12 gugus. Pembina, pembimbing dan pemateri adalah guru – guru teutama yang mengajar di kelas X. Adapun OSIS dan Pengurus Ekskul hanya dilibatkan sebagai pendamping pemateri/ moderator atau memfasilitasi tempat penyelenggaraan, peralatan dan absensi kehadiran saja.

Siswa peserta didik baru perlu diberi wawasan tentang sentral program kurikulum di SMA yang terdiri dari bidang Akademis dan bidang pembinaan kesiswaan. Di dalam MPLS harus dijelaskan bahwa bidang pembinaan kesiswaan meliputi 4 jalur pembinaan, yaitu : Keorganisasian (OSIS); Wawasan Wyatamandala; Latihan dasar kepemimpinan siswa dan ekstra kurikuler. Siswa baru harus paham tujuan institusioal SMA adalah mempersiapkan peserta didik untuk menjadi lulusan yang mau dan mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Bahkan dalam MPLS juga bisa mendatangkan narasumber untu materi : Bebas Narkoba dari BNN; Penanggulangan Kenakalan Remaja oleh Binmas Polres/Polsek; tata tertib berlalu lintas oleh Polantas; Latihan Baris berbaris; wawasan ketahanan bangsa dan negara oleh Koramil serta perlu juga diperkenalkan tentang Program Jabar Masagi.
Bahwa Jabar Masagi adalah upaya untuk membentuk manusia Jawa Barat yang masagi (harmoni) sehigga memiliki keunggulan, melalui aspek : “Niti bakti; niti surti; niti harti; niti bukti dan niti jadi mental spiritualnya.

MPLS harus bebas dari sifat perpeloncoan, karena siswa peserta didik baru secara psikologis harus dibangun perasaan aman, nyaman, menyenangkan, sehingga bergairah menjadi warga sekolah yang baru dimasukinya. Bahkan selanjutnya perlu juga diselenggarakan Perkemahan Pramuka yang berkarakter kebangsaan Indonesia.

Laporan : Suradi / Oki

585 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bagikan :
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =

Tren